Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:46 WIB
Telkom Rambah Portal Bisnis Terintegrasi
Josephus Primus | Kamis, 4 Desember 2008 | 09:33 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS — PT Telkom Tbk menginvestasikan dana sebesar Rp 50 miliar untuk mengembangkan layanan portal bisnis terintegrasi demi menghadapi persaingan akibat meningkatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).
    
"Layanan portal bisnis tersebut menjadi subsitusi sekaligus pendukung produk-produk atau layanan Telkom yang sudah ada," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Kamis (4/12) dini hari.
    
Menurut Rinaldi, portal yang diperkirakan bisa diluncurkan pada 2009 itu merupakan superportal yang menjadi tulang punggung sistem telekomunikasi berbasis IT secara terintegrasi yang memberikan kehandalan layanan. "Konten (isi) portal belum bisa kami ungkapkan, tetapi bukan portal berita yang saat ini sudah sangat banyak," katanya.
    
Menurut Rinaldi, pembentukan portal bisnis terintegrasi tersebut merupakan bagian dari 10 inisiatif perseroan sebagai strategi menghadapi persaingan industri telekomunikasi yang kian ketat.
    
Kesepuluh inisiatif tersebut antara lain optimalisasi layanan telepon tetap kabel, memadukan layanan seluler dan telepon tetap nirkabel (FWA), integrasi next generation network core (NGN), serta investasi pengembangan jaringan internet pita lebar.
    
Pada kesempatan itu Rinaldi juga menyatakan bahwa perseroan akan terus melanjutkan ekspansi bidang telekomunikasi dan multimedia tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri.
    
Melalui anak perusahaanya, PT Multimedia Nusantara (Metra), Telkom telah mengakuisisi dua perusahaan berbasis IT, yaitu perusahaan dalam negeri PT Cipta Cipta Caraka (Sigma) mengembangkan bisnis Disaster Recovery Center (DRC).
    
Telkom juga mengakuisisi Scicom, perusahaan berbasis di Malaysia yang bergerak pada business process outsourcing and contact centers.
   
Selain merambah bidang multimedia, operator telekomunikasi terbesar di Indonesia itu sedang melakukan penjajakan pengembangan bisnis dengan sejumlah operator telekomunikasi di luar negerai, antara lain perusahaan telekomunikasi milik Pemerintah Iran.
   
"Ekspansi ke Iran menarik karena tingkat penetrasi telekomunikasi di negeri itu masih sekitar 50 persen dengan tingkat pendapatan per kapita yang cukup tinggi," ujarnya.

 

Sumber :
Ant