Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Terjun dari Tower Radio, Tubuh Hancur

Kamis, 4 Desember 2008 | 09:07 WIB

SOLO, KAMIS — Seorang laki-laki bernama Andri (25), warga RT 4 RW 14, Sumber Trangkilan, Banjarsari, Solo, tewas setelah nekat bunuh diri terjun dari tower Radio JPI dengan ketinggian sekitar 70 meter di Kota Barat, Mangkubumen, Solo.  

Salah seorang saksi, Agung, warga Solo, Kamis (4/12), mengatakan, korban terjun dari tower dengan ketinggian sekitar 70 meter di sebelah barat, Rabu sekitar pukul 23.35, dan kondisi tubuh korban hancur.

Ketika jatuh, tubuh korban sempat mengenai kabel listrik dan mengakibatkan listrik padam sementara dan akhirnya tubuh korban jatuh ke tanah. Sebelum kejadian, korban berusaha dibujuk teman kerjanya di bengkel pembuatan jok motor bernama Sishananto yang ikut naik ke tower di bordes bersama korban.

"Korban sempat diberi rokok dan diajak turun. Saya tidak menyangka korban mau nekat terjun. Saat itu saya berusaha menangkap tangan korban, tapi terlepas dan dia jatuh," kata Sishananto.    

Peristiwa Andri yang nekat bunuh diri ini sudah sejak Rabu sekitar pukul 08.00 yang diketahui oleh seorang teknisi Radio JPI, Sardi (25), di atas tower tersebut.

Korban saat itu meninggalkan sepeda ontel di sekitar tower JPI dan kemudian kejadian itu dilaporkan ke polisi dan mereka mendatangkan Tim SAR dari UNS Solo. Tim SAR sudah berupaya untuk menyelamatkan korban, tetapi korban membawa pipa besi sepanjang 1,5 meter untuk memukul setiap tim SAR yang akan mendekati.

Tim SAR dengan upaya lain mendatangkan seorang psikolog yang ikut dinaikan ke tower, tetapi korban sulit diajak komunikasi dan korban diduga mengalami depresi.

Tim SAR kemudian berupaya mencari keluarga dan teman korban untuk membujuknya turun dari tower tersebut, salah satunya ibu korban Sukini (58), warga Sumber Trangkilan. Namun, korban tidak mau menanggapi bujukan orangtuanya itu.

Terakhir, teman kerja korban, Sishananto, di bengkel pembuatan jok motor di Nusukan Solo ikut didatangkan untuk membantu membujuk korban agar mau turun dari tower. Namun, korban justru nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun dari tower dengan ketinggian sekitar 70 meter.

Salah seorang Tim SAR UNS, Antok, mengatakan, tim SAR kesulitan mendekat karena ia mengancam dengan sebuah pipa besi yang terus dipukul-pukulkan ke besi tower. "Korban sulit diajak bicara dan kadang bicara, tapi jawabannya lain dari yang ditanyakan," katanya.

Kapolsek Banjarsari AKP Edison Panjaitan mengatakan, pihaknya sudah semaksimal mungkin bersama tim SAR UNS melakukan penyelamatan korban. Namun, korban sulit diajak berkomunikasi. "Tim SAR sudah berusaha mendekati korban, tetapi tidak bisa karena ia membawa pipa besi sepanjang 1,5 meter," katanya.

Korban nekat meloncat dan jatuh di sebelah barat tower Radio JPI dan kondisi tubuhnya hancur. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Dr Moerwardi Solo.


Editor :
Sumber: