Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:45 WIB
Miranda: Peluang BI Rate Turun Terbuka
Hasanuddin Aco | Rabu, 3 Desember 2008 | 13:45 WIB
|
Share:

Kompas/Riza Fathoni
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom (tengah) bersama Deputi Gubernur BI Mulyaman D Hadad (kiri) dan Deputi Gubernur BI Budi Mulya memberikan keterangan pers mengenai kondisi perekonomian terkini dan latar belakang kenaikan BI Rate di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (8/110).

TERKAIT:

JAKARTA, RABU  - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Gultom menilai peluang menurunkan BI Rate terbuka, tetapi kapan waktunya mesti menyesuaikan dengan tingkat inflasi.

"Kalau saya melihat peluang BI Rate turun sih ada yah, tetapi kapan itu yang mesti ditentukan, apakah bulan ini, bulan depan. Jelas, setiap kalau ada
tanda-tanda tingkat inflasi sudah menurun, itu membuka peluang bagi BI untuk menurunkan suku bunga, tetapi kapannya harus ditentukan lagi," kata Miranda di Jakarta, Rabu (3/12).

Menurut Miranda, BI baru akan melakukan rapat dewan gubernur (RDG), Kamis (4/12), setelah itu mengumumkan BI Rate. "Masalahnya kan dana asing pergi bukan karena BI Rate atau tidak percaya ekonomi kita, tetapi karena mereka memerlukan dana di sana. Di seluruh dunia kan terjadi pengeringan dana. Kita lihat SUN turun, SBI turun, semuanya dibawa mereka karena mereka butuh itu di sana. Itu saja," katanya.

Namun, dia mengatakan, sekarang SBI sudah naik lagi, SUN juga sudah naik lagi, terutama kepemilikan SUN dan SBI asing. "Tadi saya cerita, sempat turun jadi hanya Rp 5 triliun. Sekarang saya lupa angkanya. Yang pasti sudah naik, tetapi tidak sebanyak dulu. Maksudnya sudah mulai ada kenaikan,"  katanya.

Sumber :
Persda Network