JAKARTA, RABU - Saat ini sekitar 70 korban Lapindo gabungan dari Geppres dan perwakilan warga dari Perumtas I telah mengungsi ke Kedubes Belanda. Mereka akan tetap bertahan di depan Kedubes Belanda untuk mengungsi karena tak memiliki tempat tinggal.
Menurut koordinator warga Soemitro, Rabu (3/12), aksi mencari suaka politik ini sebagai bentuk kekecewaan korban lumpur Lapindo yang merasa Pemerintah tak berdaya untuk menyelesaikan persoalan. "Kami akan tetap menunggu meski panas dan hujan tetap berada di sini. Berbagai cara telah ditempuh, dialog dengan Menteri PU tak juga memberi jawaban," ujar Soemitro.
Pihak Kedubes Belanda telah menemui korban yang berada di luar gerbang Kedutaan Belanda di bilangan Kuningan sekitar pukul 10.00 WIB. "Tadi perwakilan dari Kedubes mengatakan akan mempertimbangkan permintaan kami agar dapat ditampung di Kedubes. Karena Pemerintah sudah tak mau melindungi lagi rakyatnya, sekarang kami masih menunggu," jelas Soemitro.
Ia juga mengatakan perwakilan Kedubes akan membicarakan dulu permintaan korban, karena sudah menyangkut masalah politik kedua negara. Sementara itu, para korban masih juga bertahan duduk di depan gerbang Kedubes Belanda, meski matahari menyengat terik.

