Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:44 WIB
Lima Jam Berunding, Korban Lapindo Belum Dapat Kepastian
| Selasa, 2 Desember 2008 | 20:10 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Setelah menggelar demonstrasi di tengah guyuran hujan deras, korban Lapindo masih tak kunjung mendapat kepastian pembayaran ganti rugi 80 persen cash and carry yang diminta.

Selama lebih dari lima jam pertemuan antara perwakilan korban lumpur Lapindo dengan pemerintah di kantor Departemen Pekerjaan Umum belum memberikan hasil. Sebelumnya, diadakan pertemuan dengan Menteri PU Djoko Kirmanto yang menyepakati Lapindo mengangsur pembayaran ganti rugi Rp 15 juta per bulan, sekaligus memperpanjang kontrak rumah warga korban.

Namun, perwakilan warga belum bisa menerima kesepakatan baru itu.  Maka Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengusulkan skorsing pertemuan selama 15 menit.

"Karena aspirasi warga seperti itu, saya usul pertemuan diskors 15 menit untuk kontak (pihak Lapindo) lagi," papar Purnomo.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan Imam Agustino dari PT Lapindo Brantas Inc Tbk. Maka pertemuan diskorsing, tiga menteri dan peserta pertemuan keluar ruangan, tapi sekitar 10 orang perwakilan warga korban Lapindo tetap bertahan  di ruangan.

"Lalu ada kesepakatan Lapindo berjanji mencicil ganti rugi Rp 20 juta per bulan, tetapi dikhawatirkan ini hanya janji belaka," ujar koordinator warga Perumtas I Wisnu kepada Kompas.com, malam ini.

Menurut seorang warga Mariam, mereka sempat ditawari pembayaran dengan cara dicicil. "Lapindo awalnya sanggup  membayar Rp 15 juta per bulan. Setelah ditunggu, cicilan itu tak kunjung dibayar. Sekarang berjanji mau mencicil Rp 20 juta per bulan. Maunya kami cash sekarang juga, wong sudah telat kok masih diutang terus,"  kata ibu dua anak ini.

Mariam dan Kasman yang sehari-hari bekerja sebagai penjual nasi dan buruh ini bertekad  bertahan di Jakarta sampai ada kepastian pembayaran dari perusahaan milik keluarga Aburizal Bakrie itu. 

Selama di Jakarta, ia dan kawan-kawannya menginap di Masjid Istiqlal. Hari ini mereka menggelar demo dari pukul 10.00 WIB di tengah panas terik sekaligus hujan angin yang mengguyur Jakarta siang tadi. Sekitar pukul 15.30, setelah diguyur hujan dan capek berunjuk rasa, warga menuju kembali ke Masjid Istiqlal.