JAKARTA, SELASA — Setahun, investasi PLN mencapai sekitar 8 miliar dollar AS. Terkait dengan hal itu, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar pada Selasa (2/12) mengatakan, pihaknya memang sudah menghitung untuk 10 tahun ke depan. "Investasi itu untuk pembangkit, transmisi, dan distribusi," kata Fahmi pada peluncuran obligasi PLN di Kantor Pusat PLN, Selasa (2/12).
Jika dilihat sepintas, Fahmi mengaku, hitung-hitungan seperti itu terkesan ambisius. "Namun, saya kira, perlu dibuat seperti itu. Saya ingin membuat listrik tersedia. Jadi, hal itu bisa menumbuhkan pembangunan, menumbuhkan industri, dan menumbuhkan bisnis," ujar pria yang menggantikan pejabat sebelumnya, Eddie Widiono.
Obligasi yang diluncurkan kali ini adalah obligasi konvensional PLN X tahun 2009 serta sukuk ijarah PLN III tahun 2009. Sampai kini PLN sudah menerbitkan sembilan kali obligasi konvensional, dua kali sukuk ijarah, dan dua kali global bonds.
Berkenaan dengan obligasi itu, Fahmi mengatakan negara-negara seperti Qatar dan beberapa dari Eropa sudah menyampaikan keinginan melakukan investasi atau mendanai investasi yang akan dilakukan oleh PLN. "Kami sudah menyampaikan kebutuhan kami sepuluh tahun ke depan. Dari apa yang kami sampaikan ini, sebagian mereka serius untuk melakukan. Termasuk Qatar," tutur Fahmi seraya menambahkan sampai kini memang belum ada deal dengan Qatar, khusus mengenai obligasi dimaksud.

