JAKARTA, SELASA — Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan mengembalikan kelebihan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2008 karena harga bahan bakar avtur mengalami penurunan.
"Dana kelebihan setoran BPIH akan dikembalikan kepada jemaah haji setelah kembali ke Tanah Air," kata Sofyan Djalil di sela rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Selasa (2/12) dini hari.
Komponen penghitungan BPIH terbesar adalah biaya penerbangan yang mencapai 54 persen, biaya operasional di Arab Saudi 44 persen, dan biaya operasional di dalam negeri sebesar 1,6 persen.
Menurut Sofyan Djalil, pemerintah sedang menghitung realisasi belanja avtur PT Garuda Indonesia yang merupakan maskapai nasional pengangkut haji. "Saat calon haji berangkat harga minyak internasional masih tinggi, sekarang sudah turun sehingga ada penyesuaian biaya penerbangan saat pulang dari Tanah Suci," katanya.
Besaran BPIH pada 2008 bervariasi sesuai embarkasi, berkisar Rp 30,8 juta hingga Rp 33,2 juta.
Sofyan menambahkan, jika setelah dihitung ada kelebihan setoran, akan dikembalikan kepada jemaah haji setelah tiba di Tanah Air. "Kalau ini (selisih ongkos) dikembalikan mudah-mudahan rezeki yang diterima Garuda bisa berkah. Maskapai ini juga diharapkan makin sukses karena didoakan para jemaah haji," kata Sofyan.
Menurut catatan, pada musim haji tahun 2008 total jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 193.465 orang, sebanyak 107.465 orang di antaranya diangkut Garuda, selebihnya 86.000 orang menumpang Saudi Arabian Airlines.
