Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:43 WIB
Puluhan Galian di Jakarta Perparah Kemacetan
I Made Asdhiana | Senin, 1 Desember 2008 | 21:32 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Sedikitnya masih ada 30 pekerjaan perbaikan saluran air di berbagai titik lokasi di Jakarta, yang menambah parah kemacetan lalu lintas. Data Traffic Management Centre Polda Metro Jaya, Senin (1/12), menyebutkan, ke-30 pekerjaan galian yang belum selesai tersebut, terbanyak di wilayah Jakarta Barat, dengan 10 titik di antaranya di depan kampus Universitas Trisakti, di depan Jaya Mix, Jalan Kunir, Jalan Lada, Jalan Depan Pos Kota, dan Jalan Peta Selatan.

Disusul dengan Jakarta Timur, di delapan titik lokasi, di antaranya Jalan Raya Condet, di depan kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), dan Jalan Raya Pondok Bambu.

Sedangkan tujuh titik di Jakarta Selatan di antaranya, Jalan Kemang Raya, Jalan Mampang arah Utara, dan di Jalan Kalibata arah Pasar Minggu. Sementara di Jakarta Pusat di antaranya di Jalan Cideng Barat, dan Jalan Tugu Tani arah Gambir. Di Jakarta Utara, proyek perbaikan saluran terdapat di pertigaan Cilincing, putaran Carrefour arah Utara, serta pembuatan saluran gorong-gorong di Jalan Raya Cakung-Cilincing (Cacing).

Koordinator Traffic Management Centre Polda Metro Jaya, Kompol Sambodo Purnomo mengakui perbaikan jalan dan saluran itu turut memperparah tingkat kemacetan di Jakarta.

Sambodo berharap, setelah diperbaiki, jalan tidak kembali rusak, atau hanya bertahan sebentar. Selain itu, diharapkannya bekas-bekas galian dirapihkan sehingga tidak menciptakan halangan di jalan. "Jangan sampai bekas galian itu memperparah kemacetan jalan," katanya.

Dijelaskannya apabila terjadi kecelakaan yang ditimbulkan oleh galian itu maka pihak pemborong dapat yang dinyatakan bersalah. "Bila mereka tidak memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pengerjaaan proyek tersebut, maka sesuai dengan undang-undang Penyidik dapat memeriksa pemborong," ujarnya.

Sementara itu Kasubdin PU Jalan DKI Hasnil Hasan Basri mengatakan pengerjaan peningkatan jalan di sejumlah ruas Jalan di Jakarta akan selesai pada 15 Desember mendatang.  "Jumlah seluruhnya ada 15 titik. Salah satu pengerjaannya di lakukan di Jalan Mampang," katanya.

Menurut Hasnil pengerjaan peningkatan jalan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding  sekedar tambal sulam. Hal tersebut karena lapisan aspal yang lama harus dikeruk, untuk kemudian dibeton ulang.

Sumber :
Antara