KOMPAS
Kamis, 11 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Laksamana: Baru Kali Ini Merasakan Merdeka
Senin, 1 Desember 2008 | 20:58 WIB
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Laksamana Sukardi
TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Bagi Laksamana Sukardi, teriakan "merdeka" yang merupakan yek- yel pemberi semangat di Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) mempunyai makna lain baginya. Mengapa, karena sekarang inilah dia baru merasakan arti merdeka yang sesungguhnya, yakni bebas dari masalah hukum yang selama ini membelenggunya.

"Merdeka!" pekik Laksamana Sukardi, yang juga Koordinator Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), saat syukuran HUT 3 dan Pembekalan calon legislatif PDP se-Indonesia, yang dihadiri seluruh pengurus dari 33 provinsi dan 400 lebih Caleg DPR-RI, Senin (1/12) di Hotel Menara Peninsula Jakarta.

"Baru kali ini saya merasakan merdeka yang sesungguhnya, setelah SP3 saya dikeluarkan," ujar Laksamana, dengan bersemangat.

Di hadapan para pimpinan PDP seperti Roy BB Janis, Didi Supriyanto, Noviantika Nasution, Abdul Madjid dan seluruh caleg DPR RI, Laksamana menyatakan bersyukur atas bebasnya dia dari tuduhan melakukan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus penjualan dua tanker raksasa (VLCC) Pertamina, sewaktu menjabat sebagai Meneg BUMN di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Seperti diketahui beberapa hari lalu, Kejaksaan mengeluarkan SP3 kasus politisasi hukum yang menimpanya. "Hari ini teriakan merdeka PDP saya tambah satu lagi, karena saya baru saja menikmati kemerdekaan dengan keluarnya SP3 dari Kejaksaan Agung," ujarnya.

Laksamana pun menjelaskan, ketika PDP berdiri, partainya langsung mendapat masalah, yakni dihambat oleh mereka yang takut dengan perubahan dan pembaruan. "Hari ini, kita sudah merdeka dan tinggal 4 bulan lagi, kita sampai di garis finis. Mari kita capai garis itu dengan segenap tenaga dan pikiran yang kita punya," tandas Laks.

Penulis: JS   |     |   Sumber : Persda Network Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.