JAKARTA, SENIN - Betapa sayangnya Komisi II kepada mitra kerjanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meskipun belakangan ini KPU 'diserang' oleh banyak pihak karena kinerjanya yang dinilai lamban, lembaga penyelenggara pemilu ini selalu merasakan kesejukan dan kenyamanan jika berada di Komisi II. Padahal, banyak kerja KPU yang melenceng dari jadwal waktu yang ditetapkan.
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, dengan bahasa yang 'manis' mengatakan, bahwa ia dan rekan-rekannya tak pernah merasa 'dibantai' oleh Komisi II. Berpuluh-puluh pertanyaan yang diajukan oleh anggota Komisi II, menurut dia selalu disampaikan dengan lembut dan halus, tanpa tekanan yang dirasakannya.
"Saya kira, saya akan dibantai, ternyata tidak. Anggota Komisi II itu selalu halus, lembut, dalam memberikan masukan. Membuat kami selalu merasa nyaman masuk komisi II," kata Hafiz dalam RDP dengan Komisi II DPR, Senin (1/12).
Dengan banyaknya kritikan yang dilayangkan ke KPU, Hafiz berdalih dengan menyodorkan sejumlah kondisi riil yang dihadapi KPU. Pertama, dalam waktu bersamaan KPU dihadapkan pada penyelenggaraan 160 pilkada, yang menurutnya memecah konsentrasi KPU dalam persiapan pemilu. Kedua, mengenai batas waktu penggunaan anggaran APBN 2008 yang hingga saat ini masih dicarikan jalan keluarnya. Dan ketiga, pada saat bersamaan KPU menghadapi pergantian pengurus hampir di semua kabupaten/kota.

