Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:39 WIB
Waduh, ODHA Ibu Rumah Tangga Bakal Meningkat
Aloysius Budi Kurniawan | Minggu, 30 November 2008 | 20:53 WIB
|
Share:

SURABAYA, MINGGU - Jumlah orang dengan HIV/AIDS atau ODHA di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo 80 persen didominasi kaum laki-laki dan 20 persen lainnya adalah perempuan. Namun demikian, dalam beberapa tahun ke depan pertumbuhan jumlah ODHA ibu rumah tangga diprediksi meningkat karena kaum laki-laki potensial menularkan virus mematikan ini.  

Ketua Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Surabaya Nasronudin, Minggu (30/11) di Surabaya mengatakan, dari total 1.885 ODHA yang berobat ke RSU Dr Soetomo, 375 di antaranya adalah perempuan.  

ODHA kalangan perempuan memang masih didominasi para perempuan seks komersial (PSK). "Namun, dalam tiga tahun terakhir bermunculan ibu-ibu rumah tangga normal dan anak-anak yang ter kena virus HIV/AIDS," ujarnya.

Kini, dari sekitar 375 ODHA perempuan, 35 persen di antaranya adalah ibu rumah tangga dan anak-anak. Padahal sebelumnya jumlah ODHA hanya didominasi para PSK saja.

Menurut Nasronudin, perempuan cenderung menjadi korban dari pasangannya yang menderita HIV/AIDS. Setelah mereka berhubungan, bukan hanya pihak perempuan yang akan tertular virus HIV/AIDS tetapi juga anak mereka.  "Ini sangat mengkhawatirkan karena 80 persen dari ODHA adalah laki-laki," kata Nasronudin.

Dalam beberapa tahun ke depan jumlah ODHA perempuan dan anak diperkirakan bertambah. Hal ini disebabkan karena virus HIV/AIDS membutuhkan waktu tiga hingga 13 tahun untuk bisa terdeteksi.

Setiap minggu, RSU Dr Soetomo melayani rata-rata 100 ODHA. Dari jumlah tersebut 20 persen hingga 25 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Tingkat penularan tinggi

Dr Spesialis Penyakit Dalam Divisi Tropik Infeksi RSU Dr Soetomo Muhammad Vitanata mengungkapkan, kaum laki-laki paling potensial menularkan virus HIV/AID S, khususnya melalui hubungan seks. Hal ini disebabkan cairan sperma memiliki kemampuan menularkan virus 40 kali lipat lebih besar dibandingkan cairan vagina.

Seringkali muncul stigma buruk dari masyarakat kepada ODHA perempuan, entah sebagai perempuan nakal bahkan PSK. Padahal, kaum laki-lakilah yang potensial menjadi media penular, tuturnya.

Untuk membantu para ODHA, RSU Dr Soetomo menyediakan obat antiretroviral atau ARV. Dari total 1.885 penderita, sebanyak 920 ODHA stadium dua hingga empat memanfaatkan obat ini, sedangkan 965 pasien lainnya belum direkomendasikan mengkonsumsi karena masih berada pada stadium satu.

Vitanata berharap, stigma buruk masyarakat terhadap ODHA dihilangkan. "Jika masyarakat bertemu dengan orang yang berpotensi terkena virus HIV/AIDS, sebaiknya mereka segera dianjurkan untuk memeriksakan diri ke voluntary counseling test atau VCT," ucapnya.

Psikolog Universitas Airlangga Nurul Hartini menambahkan, sebagian besar ODHA berumur di bawah 35 tahun selain itu, tingkat pendidikan mereka rata-rata kurang. Karena itu, untuk menghindari penyebaran HIV/AIDS, para kaum remaja dan muda-mudi harus memfokuskan diri mereka pada kegiatan positif.