MEDAN,MINGGU-Tingginya angka pengidap human immunodeficiency virus atau HIV dan acquaired immuno deficincy syndrome atau AIDS di Sumatera Utara membuat provinsi ini berada dalam status lampu kuning. Hingga Oktober 2008, jumlah pengidap HIV/AIDS di seluruh Sumut mencapai 1.331 kasus dengan jumlah akumulasi penderita yang telah meninggal dunia sebanyak 107 orang.
Menurut Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut dr Linda T Maas, melihat tingginya angka pengidap HIV/AIDS, Sumut sudah bisa dimasukan ke dalam daerah dengan status lampu kuning untuk penyebaran virus mematikan ini.
"Kalau dari pendataan memang sudah cukup tinggi. Sudah masuk lampu kuning untuk Sumut. Tetapi yang terdata ini kan tidak seperti yang kami harapkan, karena fenomena HIV/AIDS seperti gunung es," ujarnya di Medan , Minggu (30/11).
Medan, Deli Serdang dan Toba Samosir menurut Lida merupakan tiga daerah dengan jumlah pengidap HIV/AIDS terbesar di Sumut. Linda mengatakan, dari jumlah pengidap HIV/AIDS se-Sumut sekitar 60 persen berusia 20 sampai 49 tahun. "Dari jumlah ini 50 persen lebih berusia 20-29 tahun, sebanyak 50 persennya tertular karena narkoba suntik," katanya.
Linda menuturkan, tema peringatan hari AIDS se-Dunia 1 Desember tahun ini sudah sangat tepat, yakni Orang Muda Membawa Perubahan. "Selama ini penularan HIV/AIDS yang paling tinggi masih dari hubungan seks beresiko dan juga dari narkoba suntik. Jumlah pengidap HIV/AIDS dari narkoba suntik ini paling banyak kalangan anak muda. Sudah tepat tema hari AIDS se-Dunia," katanya.

