BOGOR, SABTU - Penderita HIV/AIDS di Kota Bogor cenderung meningkat, meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan.
Berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor, sejak 2002 hingga Oktober 2008, penderita HIV tercatat sebanyak 477 orang sementara pendeita AIDS 289 orang.
"Dari jumlah penderita AIDS yang tercatat sejak 2002, sebanyak 50 orang di antaranya telah meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bogor dr Triwanda Elan, MKes, di Bogor, Sabtu.
Dikatakannya, Dinas Kesehatan dan berbagai pihak terkait yang tergabung dalam KPAD Kota Bogor terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara simultan, terutama sejak 2005, namun kecenderungan penderita HIV/AIDS terus meningkat.
"Peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat di Kota Bogor, apakah penderita lama yang baru terungkap atau memang penderita yang baru terinfeksi HIV atau positif AIDS, masih sulit dipastikan," katanya.
Diakuinya, pengungkapan data penderita HIV/AIDS secara akurat di Bogor masih sangat sulit, karena kultur masyarakatnya sampai saat ini, masih belum bisa menerima kenyataan penyakit tersebut di derita oleh anggota keluarga atau tetangganya.
Dikatakannya, pengungkapan data penderita HIV/AIDS dalam tiga tahun terakhir, dilakukan melalui penjangkauan oleh kelompok sebaya pada kempok masyarakat beresiko tinggi terkena HIV/AIDS, yakni pengguna narkoba suntik (IDU’s), pekerja seks komersial (PSK), serta kaum homo dan waria.
"Penjangkauan dilakukan teman-teman dari kelompok masyarakat berisiko tinggi tersebut yang bisa bekerja sama dengan KPAD," katanya.
Ketua Harian KPAD Kota Bogor, Iwan Suryawan mengatakan, untuk menurunkan dan meredam peningkatan penderita HIV/AIDS, KPAD bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat yang peduli membentuk jejaring penanggulangan AIDS dan melakukan pencegahan dan penanggulangan secara simultan.
"Meskipun telah dilakukan pencegahan dan penanggulangan saja, penderita HIV/AIDS masih cenderung meningkat, apalagi tidak dilakukan sama sekali," katanya.
Melalui momentum peringatan hari AIDS Internasional tingkat Kota Bogor, pada Minggu (30/11), kata dia, KPAD ingin menyampaikan pesan moral kepada seluruh warga Kota Bogor maupun Indonesia, untuk bisa memahami HIV/AIDS sehingga tidak terjangkit penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh tersebut.
Guna meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS, kata dia, mulai 2009, KPAD KOta Bogor akan memperkuat jejaring dengan membentuk kelompok-kelompok dukungan "Sahabat Pakuan" yang diharapkan bisa menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat beresiko tinggi.

