Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:39 WIB
Pakistan Batal Kirim Komandan Intelijen ke India
Tri Mulyono | Sabtu, 29 November 2008 | 14:53 WIB
|
Share:

(Getty Images/INDRANIL MUKHERJEE)
Beberapa wartawan dan warga sekitarnya mencoba berlindung saat serangkaian tembakan dilepaskan oleh teroris dari dalam hotel Taj Mahal, Mumbai, 27 November 2008

TERKAIT:

ISLAMABAD,SABTU-Pemerintah Pakistan berubah pikiran tentang rencana pengiriman komandan intelijen, Inter-Services Intelligence (ISI), ke India untuk membantu penyelidikan atas serangan Mumbai. Seorang wakil ISI sebagai pengganti.

"Seorang juru bicara kantor perdana menteri mengatakan seorang wakil ISI akan berkunjung ke India menggantikan Direktur Jenderal ISI untuk membantu penyelidikan insiden terorisme Mumbai," kata pernyataan tersebut.

Perdana Menteri India Manmohan Singh dalam pembicaraan telepon pada Jumat dengan timpalannya, Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, meminta mengirimkan Kepala ISI. Itu menyusul pernyataan pemerintah India yang menuding kelompok-kelompok di Pakistan terlibat serangan tersebut.

Pakistan mengutuk keras serangan di kota perdagangan India itu, yang menewaskan lebih 155 orang dan melukai 370 orang lainnya. Mereka juga membantah keterlibatan apapun.

Keduanya, PM Gilani dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari berbicara lewat telepon dengan PM Singh dan menawarkan kerjasama dalam penyelidikan, di tengah kekhawatiran serangan itu dapat memperburuk perseteruan antara kedua negara pemilik senjata nuklir tersebut.

Gilani mempersingkat kunjungan ke kota Lahore, Pakistan timur, dan terbang balik ke Islamabad pada Jumat malam untuk konsultasi darurat menyusul kegelisahan di kalangan pejabat militer mengenai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengirim ketua ISI ke India.

Juru Bicara Angkatan Darat, Mayor Jenderal Athar Abbas kepada AFP mengatakan keputusan untuk mengirim kepala ISI belum disampaikan secara resmi kepada angkatan darat.

Bantah Terlibat

Sementara itu, Kantor Berita Pakistan, APP, melaporkan bahwa Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menolak keras klaim keterlibatan Pakistan dalam serangan teror di Mumbai. "Saat ini, India juga menghadapi tantangan keamanan di dalam negeri," kata presiden Zardari ketika berbicara lewat telepon dengan Dubes Jerman untuk Pakistan Dr. Michael Koch.

Presiden Zardari mengecam keras insiden itu dan menginformasikan kepada Dubes Jerman itu bahwa pihaknya telah berbicara dengan Sonia Gandhi dan Dr. Manmohan Singh lewat telepon untuk menawarkan bantuan dalam penyelidikan.
    

Sumber :
AP