KOMPAS
Jumat, 19 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
"Ariady Achmad Center" Diluncurkan
Sabtu, 29 November 2008 | 12:26 WIB

JAKARTA, SABTU - Mantan anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Partai Golkar, Ariady Achmad, meluncurkan sebuah lembaga non-pemerintah bernama "Ariady Achmad Center" yang bertujuan memberdayakan masyarakat di bidang sosial, politik, dan ekonomi.

Peluncuran "Ariady Achmad Center" berlangsung di kantor lembaga tersebut di Jl Banda No.2-3, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (29/11), yang sedianya akan dihadiri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan tokoh Malari, Hariman Siregar.

Ketiga tokoh tersebut dijadwalkan menyampaikan orasi politik. Gus Dur akan berbicara dengan tema "Agama dan Semangat Kebangsaan", Akbar Tandjung akan berbicara tentang "Golkar sebagai Partai Modern, Demokratis dan Terbuka", sedangkan Hariman akan mengangkat tema "Negara dan Perubahan Sosial Masyarakat".

Acara tersebut rencananya akan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari para aktivis organisasi kemasyarakatan, alim ulama, tokoh masyarakat, aktivis organisasi kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, serta LSM.

Dalam siaran persnya, Ariady Achmad menyatakan lembaga yang didirikannya akan menjadi wadah perjuangan bersama untuk membangkitkan solidaritas sosial dan pencerdasan politik bagi masyarakat, dengan membentuk jaringan hingga ke tingkat RT/RW.
     
Hal itu, kata pria yang menjabat Staf Khusus Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu, didasarkan pemikiran bahwa untuk membangun Indonesia yang lebih baik perlu mengajak partisipasi semua lapisan masyarakat secara langsung maupun tak langsung, mengingat kondisi yang pluralis dan majemuk.

Penulis: AC   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.