Laporan wartawan Kompas Amanda Putri Nugrahanti
SEMARANG, SABTU- Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah, Sabtu (29/11), mengadakan sosialisasi Pemilu 2009 untuk para penyandang tunanetra di Kota Semarang. Sosialisasi ini dibutuhkan agar penyandang tunanetra dapat meminimalisasi kesulitan yang mungkin mereka hadapi saat Pemilu.
"Kesulitan utama kami terutama masalah teknis pengambilan suara. Apalagi pada Pemilu 2009 nanti jumlah partai jauh lebih banyak, dan pemungutan suara dilakukan dengan memberi tanda centang," kata ketua ITMI Jawa Tengah Endy Risyanto.
Endy mengatakan, untuk para penyandang tunanetra seharusnya disediakan template atau alat bantu berhuruf braille. Alat ini akan memudahkan penyandang tunanetra dalam memberi suara tanpa pendamping. Namun, kendala yang terjadi selama ini adalah kurangnya dana, apalagi dengan kertas suara yang berukuran besar.
Pengamat Politikdari Universitas Diponegoro Semarang Susilo Utomo mengatakan, penyandang tunanetra tidak hanya membutuhkan sosialisasi mengenai teknis pelaksanaan Pemilu. Lebih dari itu, penyandang tunanetra juga membutuhkan sosialisasi mengenai Pemilu dan pentingnya turut serta dalam proses demokrasi.

