Harian terkemuka Israel, Haaretz, Jumat (28/11), mengungkapkan, masih 20 hingga 30 warga Israel yang disandera di Hotel Taj Mahal dan Hotel Trident/ Oberoi. di samping warga Yahudi di Chabad (pusat komunitas Yahudi) yang masih dikuasai para teroris.
Kementerian Pertahanan Israel masih menganalisis apakah Chabad adalah bagian dari sasaran serangan para teroris atau hanya kebetulan karena letaknya yang berdekatan dengan Hotel Oberoi.
Kementerian Pertahanan Israel dan Dinas Intelijen Luar Negeri (Mossad) dilaporkan masih menunggu hasil investigasi final dari aparat keamanan dan dinas intelijen India tentang serangan teroris di kota Mumbai itu.
Kementerian Luar Negeri Israel membuka pos darurat di Jerusalem sebagai pusat kontak dengan semua warga Israel yang masih berada di Mumbai.
Seorang warga Israel yang disandera di Chabad, yang mengontak Kedutaan Besar Israel di New Delhi, menyampaikan tuntutan para teroris agar Pemerintah India membebaskan semua teman mereka yang disekap di penjara India.
Beberapa warga Yahudi berada di Chabad, Mumbai, ketika terjadi serangkaian serangan teroris itu. Di antaranya Rabi Gavriel Holtzberg dan istrinya, Rivka.
Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni telah menelepon Menteri Luar Negeri India Pranab Kumar Mukherjee guna menawarkan segala bantuan. ”Israel, India, dan negara-negara bebas kini dalam posisi sedang bertempur melawan kaum teroris. Melawan teroris harus menjadi sebuah perlawanan bersama yang mendorong kita memperkuat kerja sama,” kata Livni.
Menurut dia, sebuah pesawat sudah siap berangkat setiap saat menuju Mumbai jika dibutuhkan dan mendapat izin dari Pemerintah India untuk memberikan segala bentuk bantuan dan mengevakuasi warga Israel dari kota tersebut. ”Kami terus memantau kondisi terakhir warga Israel di Chabad, Hotel Oberai, dan Hotel Taj Mahal,” lanjut Livni.
Dari Kairo, harian terkemuka Mesir, Al Ahram, melaporkan, Pemerintah Mesir mengutuk keras aksi serangan teroris di Mumbai. Presiden Mesir Hosni Mubarak menyampaikan belasungkawa atas semua korban dari aksi serangan teroris itu dan mendukung segala tindakan Pemerintah India untuk menumpas aksi terorisme di Mumbai.
Sejumlah negara Arab juga mengutuk aksi teroris di Mumbai. Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Mousa mengutuk keras serangan teroris itu yang hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan tak berujung.

