Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:38 WIB
Mengungkap Misteri Kapal Ikan Teroris
| Sabtu, 29 November 2008 | 05:29 WIB
|
Share:

Pihak India mengatakan, teroris yang berbasis di negara tetangga berada di balik aksi serangan ke Mumbai, India, Rabu malam. Melihat posisi Mumbai di pesisir Laut Arab, maka tetangga yang dimaksud bisa ditebak, Pakistan.

Media cetak India menyebutkan, tiga teroris yang ditahan mengaku merupakan anggota Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan. Teroris bersenjata yang menyerbu Mumbai, pusat keuangan dan industri film India, mengaku dari kelompok Deccan Mujahidin. Deccan adalah nama pegunungan tinggi di India selatan.

Kalau berasal dari Pakistan, tidak mungkin belasan teroris itu datang dengan perahu karet bermotor langsung dari Pakistan. Ada kapal lebih besar yang membawa dan menurunkan mereka di perairan lepas pantai Mumbai. Perahu karet itu dipakai untuk mengedrop teroris di 10 lokasi berbeda di kota berpenduduk 13 juta jiwa itu.

Seorang pejabat pengawas pantai India, Jumat (28/11), menegaskan, sebuah kapal ikan milik India telah digunakan membawa teroris ke Mumbai. ”Apakah kapal ikan itu dibajak atau tidak, sedang diselidiki. Beberapa barang yang ditemukan pada kapal itu menunjukkan telah dibajak,” ujar pejabat yang menolak mengungkapkan namanya.

Penyelidik India menuturkan, mereka kini melacak soal kapal ikan itu yang diistilahkan sebagai ”kapal induk” bagi teroris. ”Kapal ini menurunkan teroris di dekat Mumbai,” ujarnya.

Televisi berita NDTV, mengutip sumber tertentu, melaporkan, sebuah kapal ikan telah dibajak di perairan Pakistan 14 hari lalu. Kapal itu ditemukan hari Kamis, ditinggalkan begitu saja, dengan telepon satelit yang diduga milik teroris.

Dua kapal ditahan

India sungguh terpukul, malu, dan marah dengan kejadian ini. PM India Manmohan Singh menegaskan bahwa serangan itu berbasis di negara tetangga. Dia juga mengatakan, negara tetangga itu akan menanggung ”biaya” jika tidak melakukan aksi apa pun untuk mencegah wilayah mereka menjadi basis terorisme.

Oleh karena itu, India berupaya mengungkapkan misteri kapal ikan teroris itu. AL India diberitakan sudah menahan dua kapal yang diyakini milik Pakistan dan melakukan penyelidikan. Sebuah kapal berbendera Panama, yang belum lama ini diperbaiki di Karachi, Pakistan, juga ditahan dan diperiksa.

”Sebuah kapal lainnya yang juga dicurigai kini sedang diburu sebuah fregat dan sebuah kapal buru cepat milik AL India,” ujar AL India dalam pernyataannya. Tidak diungkapkan nama dan ke arah mana kapal itu bergerak.

Aksi teroris atas Mumbai semakin membuat kawasan Laut Arab, Teluk Aden, dan kawasan seputar Teluk Parsi menjadi kawasan rawan aksi teroris sekaligus juga aksi perompakan. Dan aksi ini dengan mudah dilakukan kelompok militan yang masih berusia belia.

Saksi mata mengaku, belasan teroris yang menyerang dan memorakporandakan Mumbai masih remaja. ”Mereka sangat muda, seperti remaja pria, mengenakan jins dan kaus,” ujar seorang tamu Hotel Oberoi/Trident asal Inggris.

Bagaimana kalau tanker Sirius Star dengan 2 juta barrel minyak mentah dirompak dan ditabrakkan ke Mumbai? Sirius Star kini berada dalam tangan perompak Somalia.

Sumber :
Kompas Cetak