Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:38 WIB
Penjualan Mobil Periode November Turun Tajam
Zulkifli BJ | Sabtu, 29 November 2008 | 01:25 WIB
|
Share:

JAKARTA, SABTU – Terkaman krisis keuangan global terhadap bisnis mobil di Indonesia makin mendalam. Meski periode November belum selesai, dari informasi yang berhasil diperoleh Kompas.com, dipastikan penjualan mobil mengalami penurunan tajam.

Sebenarya, sejak Agustus-Oktober, meski penjualan terus menurun, namun belum begitu tajam. Salah satu merek yang sudah mengaku sudah merasakan  penurunan tajam adalah Suzuki. Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, penjualan Suzuki diperkirakan turun sampai 50%.

Meski begitu, Rudjojo Nirjana, direktur penjualan Suzuki Roda-4 memperkirakan penjualan turun 20 – 30%. “Bagaimana lagi? Kondisi memang begitu. Tidak hanya kita yang merasakannya, tetapi semuanya. Kita malah pernah mengalami penurunan sampai 80% saat krisis 1998 bersama merek lain. Kemudian terjadi lagi krisis yang menyebabkan penjualan mobil turun lagi pada 2005,” komentarnya.

Berdasarkan data penjualan mobil yang dilaporkan ke GAIKINDO (bukan SPK), bersama merek lain, Suzuki mengalami penurunan penjualan sejak Agustus 2008. Namun penurunan penjualan belum begitu tajam, rata rata 5 -6% per bulan.

Total penjualan Suzuki secara nasional masih berada pada posisi ke-3. Kendati krisis menjelang akhir 2008, diperkirakan semua ATPM masih tetap tersenyum karena penjualan diperkirakan karena sampai akhir Oktober sudah melewati tahun lalu.

Cukup menarik, berdasarkan penjualan pada Juli 2008, tertinggi pada tahun ini, sebagian ATPM menaikkan target. Begitu melihat penjualan November turun, target dikembalikan seperti semula.

Sebagai contohnya, Honda yang baru saja meluncur produk terbarunya All-New City, memperkirakan total penjualan tahun ini 51.000 unit. “Sebelumnya sempat kita naikkan sedikit. Namun melihat krisis sekarang, diturunkan menjadi 51.000 unit,” jelas jonfis Fandy Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor.

Untuk tahun depan, sebagian besar ATPM belum bisa membuat target karena situasi ekonomi global dan di tanah susah diprediksi. Di Indonesia krisis malah diperburuk dengan merosotnya nilai rupiah terhadar dolar yang mengakibatkan harga mobil jadi makin mahal.