Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 17:19 WIB
Bank-bank Besar Kebanjiran Dana Nasabah
Arthur Gideon | Jumat, 28 November 2008 | 10:50 WIB
|
Share:

Kompas/Arbain Rambey
Antrean nasabah Bank BCA yang akan mengambil uang baik secara langsung maupun dari ATM di Kantor Pusat BCA Jalan Sudirman, Jakarta, bulan Mei 1998. Situasi seperti ini tampaknya tidak akan terjadi pada krisis keuangan global kali ini.

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT -  Selera pemilik dana berubah. Para nasabah tak lagi mengejar bunga tinggi, melainkan keamanan. Tren ini bermula ketika likuiditas bank mulai ketat dan berpuncak ketika Bank Century terbelit masalah.

Banyak nasabah lebih suka menempatkan dana di bankbank besar. Salah satu bank yang kebanjiran dana masyarakat adalah PT BNI Tbk. Dalam tiga bulan terakhir, dana masyarakat di bank milik pemerintah tersebut naik Rp 17,1 triliun.

Hingga 25 Oktober 2008 lalu, total dana pihak ketiga (DPK) BNI mencapai Rp 152,6 triliun. Sebagai perbandingan, per akhir Agustus lalu, nilai DPK BNI masih Rp 135,5 triliun.

Tambahan dana masuk itu kebanyakan berbentuk deposito. "Nilai deposito baru mencapai Rp 10 triliun," ajar Direktur Treasury dan Intemasional BNI Bien Subiantoro, kemarin.

Bien bilang, kenaikan dana di BNI menunjukkan masyarakat masih percaya terhadap perbankan. Pengelola BNI kini percaya diri mampu mencapai target nilai simpanan masyarakat sebesar Rp 158 triliun pada akhir tahun.

PT BCA Tbk. juga menikmati arus masuk dana. Hingga akhir pekan lalu, nilai DPK BCA sudah menembus Rp 200 triliun. Padahal per akhir September 2008 lalu, nilai simpanan masyarakat di BCA masih Rp 192,89 triliun.

Ini berarti, tak sampai dua bulan, dana masyarakat di BCA bertambah hingga Rp 8 triliun. "Saya no comment tentang penyebab kenaikan DPK di BCA," kata Wakil Direktur Utama BCA Jahjaa Setiaatmadja.

Executive Vice President and Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk. Pahala Mansyuri juga mengaku simpanan nasabah di Bank Mandiri dalam dua bulan terakhir meningkat drastis. "Dana simpanan mulai melonjak sejak akhir Oktober 2008. Kami termasuk yang beruntung," ajar Pahala.

Namun Pahala tak mau terang-terangan menyebut nilai dana masyarakat Bank Mandiri terkini. Sampai akhir September lalu, DPK di Bank Mandiri mencapai Rp 245 triliun.