Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:35 WIB
Rumah Aulia Lengang, Dijaga Satpol PP
Maya Saputri | Kamis, 27 November 2008 | 21:26 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS - Pasca-penahanan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan, kediaman besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Cibeber III, Kebayoran Baru, terlihat lengang. Namun, tetap ada penjagaan dari aparat satpol PP di depan rumah megah itu.

Ketiga petugas satpol PP itu terlihat rileks, bercengkrama sambil meminum kopi di bawah tenda berukuran sedang yang dipasang di sudut rumah berpagar coklat itu. Tapi aktivitas di dalam rumah, sama sekali tak terlihat.

Menurut penjaga satpol PP yang tak mau disebut namanya, penjagaan yang dilakukan malam ini tergolong normal seperti hari biasa. "Biasanya juga ada dua shift jaga, kebetulan saya kebagian yang shift malam, baru saja diganti, jadi kalo ditanya ada apa sepanjang sore ini saya juga tidak tahu," tuturnya saat ditemui malam ini.

Memang tak ada aktivitas dari penghuni rumah besar yang berada di sudut jalan itu, tetapi beberapa jendela masih terlihat lampu menyala dan ada satu mobil diparkir di halaman yang pagarnya terkunci rapat.

Menurut keterangan pembantu di tetangga depan rumahnya, penjagaan dengan dilengkapi tenda tersebut sudah ada sejak kasus Aulia sedang naik daun. "Kan banyak wartawan yang meliput jadi penjagaan diperketat mungkin sampai sekarang. Tapi akhir-akhir ini agak sepi, paling ada tiga orang satpol PP. Mereka kan sepertinya 'diberi' dari menantunya Agus (putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-red), sebelumnya cuma ada Paspampres aja," tutur wanita paruh baya yang juga enggan menyebut namanya.

Ia juga menuturkan rumah Aulia memang selalu sepi, cuma kadang hanya satu anak Aulia yang sering keluar. "Ya si Miftah itu saja yang sering maen sepeda di sekitar komplek, kadang menyapa saya. Anaknya badannya gede tapi ya begitulah kalo diajak ngomong," katanya sambil tertawa.

Seperti diberitakan sebelumnya sore ini, Aulia Pohan bersama ketiga mantan deputi gubernur BI lainnya ditahan oleh KPK di Rutan Brimob Kelapa Dua. Ketiga orang itu adalah Aslim Tadjuddin, Maman H Soemantri, dan Bun Bunan Hutapea. Sebelumnya mereka diperiksa sejak pukul 09.20 di kantor KPK, Kuningan, Jakarta. Keempatnya diduga terlibat dalam kasus korupsi YPPI yang merugikan negara sekitar Rp 100 miliar.