Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:34 WIB
Bank Century Butuh Rp 2 Triliun
Erlangga Djumena | Kamis, 27 November 2008 | 13:56 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS -  Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani mengatakan, Bank Century membutuhkan dana sekitar Rp 2 triliun untuk mencapai rasio kecukupan modal (CAR) 10 persen. "Untuk sepuluh persen, sekitar Rp 2 triliun," katanya di Jakarta, Kamis (27/11).
   
Sementara itu, Direktur Utama Bank Century Maryono mengatakan, rasio kecukupan modal Bank Century setelah diambilalih pemerintah tigga hari lalu, telah mencapai delapan persen karena LPS telah memasukan dana modalnya. "LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) telah betul-betul memasukan modalnya sehingga kebutuhan CAR Bank Century telah memenuhi syarat delapan persen," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.  
   
Sebelumnya rasio kecukupan modal Bank Century anjlok menjadi negatif 2,3 persen. Padahal aturan Bank Indonesia mensyaratkan CAR minimum delapan persen.

Ia mengatakan, setelah tiga hari beroperasi pihaknya telah dapat memenuhi giro wajib minimum sebesar lima persen dan menempatkan kelebihan dananya sebesar Rp 100 miliar di Bank Indonesia dalam bentuk Fasilitas Bank Indonesia (Fasbi).

Ia menambahkan, pihaknya kini tengah mengusahakan secepatnya dapat memenuhi CAR sebesar 10 persen, sesuai dengan ketentuan dari LPS.

Menurut dia, operasi Bank Century terus mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari semakin berkurangnya transaksi dana keluara. "Transaksi dana yang keluar pada hari pertama yang berasal dari LLG, RTGS, kliring maupun tarikan tunai mencapai 784 transaksi. Pada hari kedua transaksi dana kelura telah turun menjadi 360 transaksi," katanya.
   
Ia mengatakan, pihaknya optimis likuiditas bank akan semakin membaik seiring dengan adanya penjaminan akan likuiditas dari LPS dan meningkatnya kepercayaan dari para nasabah.  "Nasabah harus meyakin bahwa penempatan dananya di Bank Century aman karena saat ini bank dimiliki pemerintah," katanya.

Sumber :
Ant