JAKARTA, RABU - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sistem pajak dalam jaringan internet (on line) bagi 800 restoran dan hotel. Sistem pajak dalam jaringan internet dinilai memudahkan pengawasan dan meningkatkan pemasukan daerah.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Jakarta Reynalda Madjid, Rabu (26/11) di Jakarta Pusat mengatakan, pemberlakuan sistem dalam jaringan internet itu akan dimulai pada 2009. Sosialisasi kepada para pengelola restoran dan hotel akan digelar pada desember ini.
Sebelumnya, Dispenda sudah mengujicoba penerapan sistem on line pada 11 restoran sejak enam bulan lalu. Hasilnya, nilai pajak yang dibayar oleh para pembeli dapat langsung diketahui hasilnya saat itu juga dan jumlahnya meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.
Menurut Reynalda, Dispenda akan menyediakan mesin kasir dan jaringan internet bagi setiap restoran dan hotel yang menjadi bagian program ini. Data pemasukan uang dari mesin kasir akan langsung terkirim ke komputer Dispenda dan pajaknya dapat langsung dibayar di Bank DKI.
Pengelola hotel atau restoran tinggal menunjukkan bukti pembayaran pajak ke kantor Dispenda sehingga semua proses berlangsung secara transparan, kata Reynalda.
Dana penyediaan mesin kasir dan jaringan internet itu yang diajukan dalam rancangan APBD 2009 mencapai Rp 10 miliar. DPRD DKI Jakarta cenderung menyetujui permintaan anggaran itu karena berharap ada peningkatan pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran.
Di Jakarta terdapat 5.561 restoran yang menjadi wajib pajak. Jumlah itu terus bertambah seiring bertambahnya pusat-pusat perbelanjaan dan kawasan niaga lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis menyambut gembira rencana penerapan sistem on line di 800 restoran dan hotel itu. Sistem itu diperlukan untuk memudahkan pengawasan transaksi di restoran dan hotel yang menjadi obyek pajak.
Pajak hotel dan restoran merupakan titipan masyarakat pada para pengelola usaha untuk diberikan pada pemerintah. Oleh karena itu jumlah pajak yang harus disetor harus transparan. "Jika perlu, semua hotel dan restoran di Jakarta dipasangi sistem on line secara bertahap," kata Nurmansjah.

