SINGAPURA, RABU - Ekonomi Singapura yang sudah menginjak periode resesi memaksa para pejabatnya harus merelakan sebagian gajinya. Senin malam (24/11), Pemerintah Singapura mengumumkan akan memangkas gaji para pejabat tinggi dan pejabat negaranya mulai tahun depan. Kisaran pemotongan gaji itu antara 11 persen sampai 19 persen.
Gaji tahunan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, misalnya, akan turun 19 persen menjadi 3,04 juta dollar Singapura (2 juta dollar AS). Gaji menteri- menteri baru Singapura pun akan terpangkas 18 persen jadi 1,57 juta dollar Singapura. Sedangkan tunjangan anggota parlemen turun 16 persen jadi 190.000 dollar Singapura setahun.
Asal tahu saja, sistem gaji menteri kabinet dan pejabat tinggi Singapura sedikit unik. Sejak 1994, gaji mereka dipatok terhadap penerimaan setelah pajak dari enam profesi sektor swasta yang bergaji terbesar.
Tak heran, kalau gaji pejabat Singapura melambung. Sebagai perbandingan saja, Presiden AS George W. Bush dan isterinya tahun lalu melaporkan pendapatan kena pajak sebesar 719.274 di 2007 dollar AS. Ini adalah gajinya sebagai presiden plus hasil investasi asetnya. Sedangkan Chief Executive Hong Kong, Donald Tsang, menerima 334.758 dollar Hong Kong sebulan atau setara dengan 518.000 dollar AS setahun.
Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew kerap membela gaji pejabat Singapura yang selangit ini. Dalam otobiografinya yang beljudul "From Third World to First" ia bilang bahwa gaji menteri dan pejabat publik yang rendah telah menghancurkan banyak pemerintahan negara-negara Asia.
Selain pejabat tinggi, badan investasi milik Departemen Keuangan Singapura, Temasek Holdings, juga mengungkapkan penurunan gaji pekan lalu. Gaji para manajemen senior di lembaga pimpinan Ho Ching itu akan turun antara 15 persen -25 persen. Akan tetapi, Government of Singapore Investment Corp. (M) yang mengelola cadangan devisa Singapura tak mau berkomentar apakah mereka akan ikut memangkas gaji atau tidak. "Gaji di GIC mengacu dengan acuan industri," begitu penjelasan manajemen GIC, kemarin.
Pemerintah Singapura mengetatkan ikat pinggangnya lantaran ekonominya terus menurun. Minggu lalu, Singapura memangkas target pertumbuhan keempat kalinya tahun ini. Singapura memperkirakan ekonominya akan melambat 1 persen tahun depan. Sedangkan tahun ini, ekonomi hanya akan tumbuh 2,5 persen, turun dari prediksi 3 persen sebelumnya. Perdana Menteri Lee juga memperingatkan, ekonomi negara kota ini bakal tumbuh pelan selama beberapa tahun ke depan.

