MOJOKERTO, SELASA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kota Mojokerto tidak berdaya menghadapi pangkalan minyak tanah yang nakal karena menjual minyak tanah di atas harga eceran tertinggi atau HET. Kasubdin Perdagangan Disperindag Kota Mojokerto, Agus Dirgantoko, Selasa (25/11) menyebutkan ada sekitar 20 pangkalan minyak tanah di Kota Mojokerto.
"Dari jumlah itu, sebanyak empat pangkalan diketahui menjual minyak tanah lebih tinggi dari HET Kota Mojokerto yang sebesar Rp 2.819 per liter. Bahkan ada yang menjual sampai Rp. 4.000 per liter," tutur Agus.
"Pertamina sudah melakukan peringatan kepada pangkalan atau agen-agen nakal tersebut. Untuk konversi minyak tanah, Kota Mojokerto kemungkinan baru akan meulai tahapan pada 2009, sedangkan untuk Kabupaten Mojokerto tahap sosialisasi sudah dimulai," katanya.
Agus menambahkan bahwa beberapa waktu yang lalu dari Hiswana Migas (Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas) juga mendapatkan kesulitan untuk melakukan pemantauan terhadap pangkalan dan agen minyak tanah nakal tersebut.

