Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:30 WIB
Pemerintah Intensif Awasi Perbankan
Hasanuddin Aco | Selasa, 25 November 2008 | 14:22 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Nasabah mencairkan dana simpanannya di Kantor Pusat Bank Century, Senayan, Jakarta, yang mulai beroperasi kembali setelah diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan, Senin (24/11). Umumnya nasabah mengalihkan simpanannya ke bank lain dan menarik tunai uang mereka meski hanya dibatasi maksimal Rp 50 juta per hari.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Persda Network Hasanuddin Aco

JAKARTA, SELASA - Pemerintah mengawasi dengan sangat intensif kondisi likuiditas perbankan domestik menyusul kasus yang melanda Bank Century, terpaksa diambialih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Pemerintah akan melihat kondisi perbankan yang memiliki situasi yang paling kuat, menengah, dan mana yang barangkali harus diwapadai," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai memberikan presentase pada Investor Summit and Capital Market Expo 2008" di Jakarta, Selasa (25/11).

Bersama Bank Indonesia (BI), pemerintah juga melalui Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) terus memonitoring secara sistemik krisis global saat ini secara intensif.

"Seluruh bank akan dilihat secara sangat intensif masing-masing neracanya dan bahkan dilihat dari komitmen pemilik sahamnya dan pemegang saham
pengendalinya," tutur Menkeu.

Sri Mulyani mengatakan setiap bank yang diawasi tergantung pada exposure, terhadap kemungkinan terjadinya NPL, nilai tukar, dan atau pergerakan suku bunga.

"Masing-masing ini akan menimbulkan risiko yg beda-beda terhadap masing-masing neraca bank, tergantung dari kondisi masing-masing bank," katanya.