Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto
JAKARTA, SELASA - Menghalau dampak krisis keuangan AS yang tak juga kunjung meredup, Wakil Presiden Yusuf Kalla mengajak semua pihak untuk sedikit lebih boros mengeluarkan dana. Pengeluaran dana ini untuk memacu peningkatan produksi industri yang loyo lantaran kehilangan pasar di Amerika Serikat dan Eropa.
"Kalau ada pepatah hemat pangkal kaya, dalam keadaan sekarang negara-negara harus sedikit lebih boros, makin menghemat makin susah ekonominya. Ini karena kalau semua orang menghemat tidak ada yang belanja," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Workshop Evaluasi dan Persiapan Program Percepatan Pembangun Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) di gedung II Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/11).
Mantan Menko Kesra ini menilai, ketiadaan untuk berbelanja justru lambat laun memastikan toko, dan industri Tanah Air gulung tikar lantaran produksinya tidak laris manis. "Jadi harus ada spending (pengeluaran)," ujarnya.
Meski memastikan memberi porsi lebih pada pengeluaran, Kalla mengingatkan, pengeluaran dana tersebut diperuntukkan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung masyarakat luas. Pengeluaan dana dikhususkan untuk membuat jalan, pengairan, dan listrik. "Ini agar masyarakat tidak kekeringan likuiditas. Sehingga daya beli ada, dan menghidupkan sektor lain serta tidak ada pengangguran," tandasnya.

