PALEMBANG, SENIN - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mewacanakan program swastanisasi listrik. Hal ini mempertimbangkan fakta ketidakmampuan PLN menyediakan suplai listrik yang memadai, sementara listrik sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan wilayah di Sumsel.
Demikian disampaikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin usai menghadiri Musyawarah Daerah Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan ke-VII, di Hotel Novotel Palembang , Senin (24/11). Turut hadir Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyari, Ketua DPP REI Teguh Satria, dan ratusan pengembang.
Menurut Alex, sejak dia menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin dulu, program swastanisasi listrik ini sudah pernah digagas. Namun karena izin prinsip dari PLN belum turun sampai sekarang, maka proyek tersebut belum berjalan sampai sekarang.
"Padahal, jika proyek pembangkit ini terealisasi, kebutuhan listrik seluruh kawasan Sumsel pasti bisa terpenuhi. Selain itu, kita bisa memaksimalkan pembangunan infrastruktur," katanya.
Ketua DPP REI Teguh Satria menambahkan, proyek swastanisasi listrik sebenarnya menjadi sebuah kebutuhan yang perlu dipikirkan untuk saat ini dan jangka panjang. Sejumlah walikota dan bupati di Indonesia sudah mulai menggagas swastanisasi listrik di level kabupaten/kota.
"Kami berharap Sumsel yang selama ini menjadi lumbung energi juga bisa merealisasikan program ini," katanya.
Menurut Teguh, REI sangat berkepentingan dengan ketersediaan pasokan listrik ya ng memadai karena hal ini sangat terkait dengan berjalan atau tidaknya sebuah pembangunan perumahan. Selama ini, pembangunan perumahan khususnya untuk jenis RSH dan kelas menengah-bawah tidak hanya terkendala persoalan lahan, namun juga ketersediaan pasok an listrik.
"Tidak sedikit kasus yang terjadi pada saat pengembang selesai membangun perumahan, tapi akhirnya kurang bisa dipasarkan dan terkatung-katung karena jaringan listrik belum masuk," kata Teguh.
Alex Noerdin menambahkan pentingnya ketersediaan listrik untuk mendukung pembangunan wilayah. Saat ini, Sumsel sedang berniat membangun sejumlah mega proyek di antaranya pembangunan kawasan Pelabuhan Tanjung Api-api dan rel kereta api yang menembus langsung ke pelabuhan tersebut.
Pembangunan rel KA dan Pelabuhan TAA ini menjadi satu paket program yang beriringan mengingat kedua infrastruktur tersebut akan digunakan sebagai gerbang utama untuk mengeluarkan hasil bumi Sumsel.
Seiring dengan adanya program tersebut, Alex Noerdin menegaskan bahwa kebutuhan listrik dan pengembangan perumahan juga akan menjadi kegiatan yang saling menunjang satu sama lain.

