MAR DEL PLATA, SENIN - Meski terpisah jarak ribuan kilometer dengan rekan-rekannya, Rafael Nadal mengaku senang atas keberhasilan tim Spanyol merebut Piala Davis.
Tim Spanyol mengalahkan ruan rumah Argentina 3-1 untuk mememangi Piala Davis, Minggu (23/11). Ini merupakan kali ketiga Spanyol merebut Piala Davis setelah 2000 dan 2004. Nadal ikut dalam tim Spanyol saat menjai juara pada 2004.
"Saya kira kini saatnya bergembira. Mereka meraih sesuatu yang luar biasa," kata Nadal. "Prestasi besar bisa mengalahkan Argentina di kandang mereka, di hadapan para pendukung mereka. Saya sangat gembira buat mereka, para pemain," kata peraih medali emas Olimpiade Beijing, Agustus lalu.
Nadal, petenis peringkat satu dunia ini, mundur dari tim Piala Davis Spanyol karena mengalami cedera lutut. Namun ia mengaku mengikuti pertandingan melalui televisi dari rumahnya di Mallorca. Nadal menyaksikan secara penuh saat Fernando Verdasco memastikan kemenangan Spanyol dengan menang lima set atas Jose Acasuso.
"Ini merupakan saat yang tidak mungkin terlupakan. Sayang sekali, saya tidak berada di sana, tidak sekadar bermain, namun juga memberi dukungan," katanya.
Secara khusus Nadal memuji peranan kapten tim, Sanchez-Vicario yang menurutnya sangat tegas dalam mengambil keputusan. Di hari pertama final, Jumat, Nadal memerlukan menghubungi anggota tim untuk mengetahui perkembangan di lapangan, karena saluran televisi di hotelnya rusak.
Kapten tim, Sanchez Vicario mengatakan ia merasa beruntung tidak mengantungi ponsel sehinga tidak mendapat masukan dari Nadal.

