JAKARTA, SENIN - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (24/11) sore turun 25 basis poin menjadi Rp12.325/12.525 per dollar AS dari akhir pekan lalu Rp12.300/12.405.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, tekanan pasar terhadap rupiah masih tinggi, meski ada isu positif bahwa pemerintah Indonesia akan mendapat bantuan pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Prancis.
"Kami memperkirakan rupiah akan terpuruk lebih dalam apabila tidak ada kedua isu tersebut," katanya.
Makin terpuruknya rupiah, menurut dia, karena pelaku pasar membutuhkan dollar AS dalam jumlah besar menjelang akhir tahun. Mereka, mempersiapkan diri untuk menyambut liburan ke luar negeri.
"Selain itu itu korporat membeli dolar AS untuk membayar utang yang telah jatuh tempo," ucapnya.
Kostaman mengatakan, keterpurukan rupiah saat ini dinilai masih wajar mengingat kebutuhan dollar AS oleh pelaku cenderung meningkat. Apalagi pemerintah saat ini belum mempersiapkan diri dalam menghadapi tekanan pasar terhadap kebutuhan dollar AS yang makin besar, ucapnya.
Untuk mendukung rupiah lebih lanjut, menurut dia, bank sentral pemerintah harus bekerja sama dengan bank sentral lain dalam upaya memasok dollar AS ke pasar sehingga dapat meminimalkan kebutuhan dollar AS yang meningkat.
Selain itu juga harus memonitor lebih jauh dana warga negara Indonesia yang parkir di luar negeri dan mengajak mereka kembali ke Tanah Air untuk mengurangi tekanan pasar terhadap rupiah, ucapnya.
"Kami optimistis apabila ini berjalan, tekanan terhadap rupiah akan semakin berkurang. Sejalan dengan membaiknya krisis keuangan global, rupiah akan dapat bergerak naik," tambahnya.

