MAKASSAR,SENIN- Pemerintah Pusat mengalokasikan dana konpensasi untuk unggas yang mati akibat virus flu burung (AI) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan sebesar Rp1 miliar pada 2009.
"Dana tersebut sebagai pengganti kerugian peternak yang unggasnya mati akibat virus flu burung di beberapa kabupaten/kota sejak beberapa tahun terakhir, kata Kepala Dinas Peternakan Sulsel Arifin Daud di Makassar, Senin (24/11).
Menurut Arifin, dana konpensasi tersebut diberikan bervariasi kepada peternak yang unggasnya mati antara Rp 12.500 hingga Rp 20.000 per ekor ayam. Namun, ganti rugi hanya dibayarkan kepada peternak pada 2006. Sedangkan, dua tahun terakhir pemerintah tidak lagi mengalokasikan anggaran tersebut.
Virus AI terus menyerang sentra-sentra peternakan unggas di beberapa kabupaten yang mengakibatkan ayam banyak yang mati, maka pemprov Sulsel mengusulkan dana konpensasi flu burung kepada pemerintah Pusat pada 2009 sebesar Rp1 miliar.
"Kita melihat kondisi dan tingkat kematian unggas di setiap kawasan yang terserang virus AI untuk mengetahui jumlah kematian dan kerugian peternak sebelum menentukan besarnya ganti rugi tersebut, "tambah Arifin.
Sementara itu, data dinas peternakan Sulsel menyebutkan, sentra produksi ayam petelur dan potong di provinsi itu adalah kabupaten Sidrap, Maros, Gowa, Wajo, Luwu, Bulukumba, Bone, Makassar, Pangkep dan Barru. Ratusan ekor unggas di daerah pusat budi daya itu mati saat terjadi serangan virus AI sejak 2005, sehingga mengakibatkan kerugian peternak mencapai ratusan juta rupiah.

