Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:23 WIB
Nasabah Mulai "Ngungsi" dari Bank Kecil
Magdalena Sihite | Jumat, 21 November 2008 | 08:10 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Nasabah bertransaksi di Bank BNI, Jakarta, awal September. Suku bunga perbankan diprediksi meningkat, mengikuti keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25 persen.

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT — Di tengah krisis finansial seperti saat ini, banyak nasabah yang lebih mengutamakan keamanan dibandingkan dengan bunga yang tinggi. Tak pelak, banyak nasabah yang akhirnya memutuskan untuk memindahkan dana investasinya dari bank kecil ke bank besar.

Direktur Mandiri Sekuritas Mirza Adityaswara mengakui, indikasi perpindahan dana dari bank-bank kecil ini sudah semakin terlihat belakangan ini. "Tentunya hal ini sangat menguntungkan, terutama bagi bank pemerintah karena persepsi masyarakat pasti lebih aman," tuturnya, Kamis (20/11) di Bandung.

Berdasarkan data Bank Indonesia per September 2008, ada penggemukan dana pihak ketiga di perbankan BUMN, sekitar Rp 40 triliun. Penambahan tersebut terjadi hanya dalam waktu satu bulan.

Mirza menambahkan, jika ini terus terjadi, dikhawatirkan akan instabilitas dalam sektor perbankan. “Makanya, saat ini muncul usulan atau ide tentang penjaminan penuh atau blanket guarantee atas dana nasabah,” katanya.

Meski demikian, ia tak menampik jika penjaminan penuh diterapkan di pasar uang antarbank, kemungkinan moral hazard dapat kembali terjadi seperti krisis dahulu. Oleh karena itu, tidak mudah bagi Departemen Keuangan dan Bank Indonesia untuk mengambil keputusan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Agus Martowardjojo mengatakan, permasalahan ini tidak bisa dilihat secara sepihak. “Data-data tersebut tidak bisa dilihat secara harian. Jadi harus dilihat juga data-data dari bank swasta ataupun bank asing,” kata Agus.

Mirza sendiri memprediksi, keadaan bagi bank-bank kecil tidak akan banyak mengalami perubahan pada kuartal terakhir 2008. Meski likuiditas lebih longgar karena anggaran pemerintah mulai dicairkan, Mirza mengatakan, ini hanya akan menguntungkan bagi bank besar. "Bank-bank besar masih enggan untuk memberikan pinjaman kepada bank yang butuh likuiditas," ujarnya.

Sumber :
KONTAN