Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:23 WIB
Depkes Stop Pasokan Obat Tes HIV Darah PMI
Agnes Rita Sulistyawaty | Kamis, 20 November 2008 | 15:42 WIB
|
Share:

Kompas/Wisnu Widiantoro
Petugas Palang Merah Indonesia mengambil darah donor di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Jumat (10/10). Donor darah massal yang diikuti pegawai negeri sipil dan pelajar itu untuk menambah stok darah yang menipis selama Ramadhan dan Lebaran.

TERKAIT:

PADANG, KAMIS -  Rupanya sejak Agustus 2008, Departemen Kesehatan sudah tidak lagi menyediakan obat tes HIV untuk darah yang didonorkan lewat PMI. Padahal, sejak 10 tahun lalu, obat yang disebut reagensia test HIV itu disediakan oleh pemerintah.

Akibatnya, PMI kini harus mencari sendiri dana untuk membeli obat itu. Demikian disampaikan Kepala Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Padang, Widyarman, Kamis (20/11).

Harga obat untuk mengetes HIV pada satu kantong darah mencapai Rp 25.000. Bila setiap bulan terkumpul sekitar 3.000 kantong, maka dibutuhkan dana tidak kurang dari Rp 75 juta. Angka ini tergolong besar karena operasional PMI tidak ditanggung pemerintah.

"Pengadaan obat pengetes HIV ini menjadi tanggung jawab PMI, baik PMI pusat maupun daerah," ujar Widyarman.