BUENOS AIRES, RABU - Argentina sangat difavoritkan untuk menggondol gelar juara Piala Davis. Pasalnya, Spanyol yang menjadi lawan mereka di babak final kejuaraan itu datang dengan kondisi pincang akibat tidak diperkuat petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal.
Si raja lapangan tanah liat itu dibekap cedera tendinitas pada lututnya ketika tampil di Paris Masters awal bulan ini. Akibatnya, Nadal terpaksa keluar dari daftar skuad tim Matador pada kejuaraan yang menggunakan sistem the best-of five ini.
Meskipun demikian, Argentina tak mau larut dalam kegembiraan sebelum semuanya terbukti dalam pertandingan. Kapten Tango, Alberto Mancini, mengingatkan kepada rekan-rekannya bahwa meskipun tanpa Nadal, Spanyol tetap merupakan tim tangguh dan punya peluang untuk meraih kemenangan.
"Meskipun tanpa Nadal, Spanyol adalah tim yang tangguh. Karena itu, kami tak boleh santai," ungkap Mancini di Mar del Plata, sebuah resort di pinggir pantai, yang akan menjadi tempat berlangsungnya final Piala Davis 2008 ini.
Dua partai tunggal akan mengawali final yang dimulai Jumat (21/11) ini. Sehari kemudian, dilanjutkan dengan dua partai ganda. Jika skor imbang, maka pada Minggu (23/11) nanti akan dilangsungkan partai tunggal, untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar juara kompetisi paling bergengsi di nomor putra antarnegara itu.
Argentina mengaku siap menghadapi pertandingan yang diprediksi bakal berlangsung ketat itu. Optimisme itu muncul karena kondisi tim sedang bagus dan Argentina sangat termotivasi untuk menyabet trofi yang belum pernah disandang itu.
Juan Martin del Potro dan David Nalbandian akan tampil di nomor tunggal, namun untuk sektor ganda tergantung dari hasil dan intensitas serta panjangnya pertandingan. Demikian disampaikan Mancini. Nalbandian yang mencetak 16-4 di tunggal Piala Davis, akan berpasangan dengan Jose Acasuso atau Agustin Calleri.
Spanyol datang membawa David Ferrrer, Feliciano Lopez, Fernando Verdasco dan Marcel Granollers. Mereka sempat mengomplain permukaan lapangan keras, karena pantulan bola kurang bagus. Namun hal itu justru mendapat tanggapan negatif dari para pemain Argentina yang menilai lapangan layak untuk mementaskan laga final ini. (AP/LOU)

