
JAKARTA,RABU--Para politisi, terutama calon presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden mendatang diminta berhati-hati dalam membuat iklan politik. Jangan sembarang berjanji karena masyarakat akan menagih jika suatu saat terpilih.
Menurut Pakar Komunikasi Effendi Gazali, iklan politik dapat dijadikan kontrak politik masyarakat jika calon telah masuk ke substansi yaitu dengan menyatakan janji-janjinya kepada masyarakat.
"Nah, substansi itu dalam iklan politik akan menjadi kontrak politik itu kalau ada kerangka waktu yang jelas. Misalnya dia berjanji, dalam masa pemerintahannya harga sembako akan murah atau program kerja 100 hari," ujar Effendi dalam diskusi publik bertajuk 'Dengan Iklan Politik Menuju Kontrak Politik' di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Rabu (19/11).
Bagaimana kemudian publik dapat menagih janji itu suatu saat? Effendi mengatakan, media massa harus menyediakan ruang yang cukup bagi masyarakat untuk menyampaikan kritikan atau tuntutan terhadap janji yang dilontarkan para calon pada masa kampanyenya."Butuh keberanian kita untuk membalik (menagih janji) itu dan harus cepat," tandas Effendi.