KOMPAS
Kamis, 11 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Capres Harus Penuhi Janji dalam Iklan
Rabu, 19 November 2008 | 13:38 WIB

 

JAKARTA,RABU--Para politisi, terutama calon presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden mendatang diminta berhati-hati dalam membuat iklan politik. Jangan sembarang berjanji karena masyarakat akan menagih jika suatu saat terpilih.

Menurut Pakar Komunikasi Effendi Gazali, iklan politik dapat dijadikan kontrak politik masyarakat jika calon telah masuk ke substansi yaitu dengan menyatakan janji-janjinya kepada masyarakat.

"Nah, substansi itu dalam iklan politik akan menjadi kontrak politik itu kalau ada kerangka waktu yang jelas. Misalnya dia berjanji, dalam masa pemerintahannya harga sembako akan murah atau program kerja 100 hari," ujar Effendi dalam diskusi publik bertajuk 'Dengan Iklan Politik Menuju Kontrak Politik' di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Rabu (19/11).

Bagaimana kemudian publik dapat menagih janji itu suatu saat? Effendi mengatakan, media massa harus menyediakan ruang yang cukup bagi masyarakat untuk menyampaikan kritikan atau tuntutan terhadap janji yang dilontarkan para calon pada masa kampanyenya."Butuh keberanian kita untuk membalik (menagih janji) itu dan harus cepat," tandas Effendi.

 

Penulis: LIN   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.