Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 12:20 WIB
Iklan Politik Menyerang Tokoh Lain Makin Marak
Caroline Damanik | Rabu, 19 November 2008 | 11:41 WIB
|
Share:

JAKARTA,RABU - Pengamat komunikasi Effendi Gazali memperkirakan, ke depan akan semakin marak iklan-iklan politik yang disertai dengan serangan (attacking) kepada tokoh-tokoh calon presiden lain.

Di satu sisi, iklan semacam itu tentu saja tidak diharapkan, tetapi di sisi lain iklan semacam itu bisa memudahkan konstituen untuk membuat kontrak politik berdasarkan janji-janji yang dilontarkan calon.

"Saya meramalkan ke depannya banyak attacking, tapi ini akan menjadi baik dan mudah untuk membuat kontrak politik," kata Effendi Gazali di sela-sela diskusi publik bertajuk 'Dengan Iklan Politik Menuju Kontrak Politik' di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Rabu (19/11).

Effendi berharap parpol bisa beretika dalam perang iklan politik nanti. Seperti dalam proses Pemilu Amerika Serikat, Barack Obama dan John McCain memang saling 'menendang', namun serangan pribadi yang tajam itu didasarkan pada data yang valid dan diekspos.

Pelajaran yang menarik dan dapat diambil dari kampanye pemilu presiden AS itu adalah bahwa parpol sebaiknya melakukan contrasting, daripada attacking. "Menurut saya, yang perlu contrasting. Bandingkan anda bilang apa, yang lain bilang apa," tandas Effendi.

Effendi mencontohkan iklan politik Barack Obama dan John McCain dalam Pemilu Amerika Serikat mengenai rencana penanganan kesehatan. Salah satunya mengangkat pemberian uang sebagai solusi, sementara yang lain berjanji meningkatkan pelayanan jasa.

Hadir dalam acara ini antara lain Ketua DPP Partai Hanura Indro Tjahyono, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Malarangeng, Direktur Institute for Policy Studies Fadli Zon, dan Ketua Departemen Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum.