Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:57 WIB
Besok, UI Gelar Diskusi Iklan Politik
Yurnaldi | Selasa, 18 November 2008 | 18:13 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Program Pascasarjana Komunikasi Politik Universitas Indonesia, menggelar diskusi publik soal iklan politik, Rabu (19/11) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Mengangkat tema Dengan Iklan Politik Menuju Kontrak Politik? diskusi ini menghadirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Anas Urbaningrum, Rizal Mallarangeng, Wiranto, Effendi Ghazali, dan Garin Nugroho.

Deputy Director Corporate Communications Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan seluruh stakeholders event pemilu Indonesia, baik itu publik pemilih, partai politik, kandidat, pemerintah, pelaku, media dan periklanan, mengenai cara mengevaluasi sebuah iklan politik dalam rangka peningkatan kualitas partispasi politik publik. "Kegiatan ini berusaha memberikan pemahaman essensi sebuah iklan politik sebagai suatu hal yang informatif dan bersifat etis," katanya Selasa (18/11) di Jakarta.

Devie menjelaskan, iklan politik memang belum memadai untuk bisa disebut sebuah kontrak politik antara politisi dengan pemilih sebagaimana layaknya sebuah kampanye politik. Namun, penggunaan iklan politik dalam media massa (khusunya televisi) perlu dilakukan secara maksimal untuk menciptakan kontrak politik tersebut.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini, juga mengajak masyarakat sebagai publik pemilih untuk cerdas dalam melihat iklan politik, sehingga diharapkan masyarakat tidak hanya memilih figur populer, dan bukan tidak mungkin hanya akan menghasilkan presiden/partai iklan belaka.

Pemilu merupakan pesta demokrasi yang menuntut tanggung jawab atas janji-janji politik yang telah diucapkan. "Oleh karena itu, penting kiranya untuk menjadikan iklan poltik tidak hanya sebagai pemanis menuju kemenangan, namun lebih sebagai suatu bentuk komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.