TERNATE, SELASA — Aparat Kepolisian di Ternate, Maluku Utara, masih kesulitan mengungkap pelaku dan motif peledakan bom yang terjadi di tiga lokasi berbeda di Ternate (Kediaman Gubernur Malut, Kantor Gubernur Malut, dan Kantor DPRD Malut) pada 3 November.
Kasat Reskrim Polres Ternate AKP I Dewa Nyoman di Ternate, Selasa, mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengungkap pelaku dan motifnya, tetapi hingga sekarang belum membuahkan hasil.
Polisi telah memeriksa 23 saksi, yaitu 15 orang warga setempat dan delapan anggota polisi yang bertugas di tiga lokasi tersebut saat terjadinya peristiwa peledakan bom itu.
Ia mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi polisi untuk mengungkap pelaku dan motif peledakan bom di tiga lokasi yang berbeda tersebut adalah tidak adanya saksi yang melihat ciri-ciri atau mengetahui informasi mengenai pelakunya.
Namun, pihaknya terus berusaha mengungkap pelaku dan motif peledakan bom tersebut dengan cara terus mencari informasi dari para saksi dan pihak-pihak lainnya yang kemungkinan memiliki informasi tentang kasus peledakan bom itu.

