Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 16:41 WIB
Kalla: Wajar Sumbangan Pengusaha dalam Pemilu
Heru Margianto | Selasa, 18 November 2008 | 13:26 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, sumbangan dari pengusaha kepada partai politik ataupun pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu merupakan sesuatu yang wajar.
   
"UU menyebutkan boleh menyumbang, jadi wajar saja orang menyumbang. Kalau tidak siapa lagi," kata Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu kepada wartawan seusai Pertemuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Selasa (18/11).   
   
Menurut Wapres, sumbangan itu sah-sah saja karena semua Pemilu di negara manapun juga menerima sumbangan dari masyarakat.  "Jangankan kita, Obama juga terima sumbangan dari masyarakat atau dengan ’dinner’ bayar 10.000 per meja," katanya.
   
Ditanya siapa penyumbang terbesar kepada pasangan SBY-JK, Jusuf Kalla menjawab, banyak sekali penyumbang, dari kecil sampai besar. "Ada di laporan kita, saya sendiri tidak tahu semua laporan, tapi bendahara tahu, tapi Bakrie cenderung, tapi banyak sekali yang menyumbang, sejuta, dua juta. Bisa dilihat di KPU ada audit di situ," katanya.
   
Soal somasi Grup Bakrie terhadap Tempo, Kalla mengatakan, kalau seorang merasa dilanggar hak-haknya maka wajar saja dia melakukan itu agar tidak terjadi hal-hal lainnya.
   
Ditanya soal pemerintah yang membantu saham Bumi, perusahaan milik grup usaha Bakrie, Jusuf Kalla mengatakan adalah wajar kalau pemerintah membela pengusaha nasional. "Siapa yang keberatan, siapa bayar pajak kalau bukan  pengusaha-pengusaha itu. Tugas pemerintah melindungi semua rakyat, termasuk wartawan, pengusaha juga," katanya.

Sumber :
Antara