CHICAGO, SENIN - Presiden AS terpilih Barack Obama untuk pertama kalinya bertemu McCain, Senin (17/11) waktu setempat sejak pemilihan presiden. Keduanya bertemu di markas Obama di Chicago untuk membicarakan transisi pemerintahan AS.
Dalam pertemuan yang hangat tersebut Obama dan McCain sepakat untuk bekerja sama dalam pemerintahan. Obama mengatakan rencananya mengajak setidaknya satu wakil Partai Republik dalam kabinetnya, meski kemungkinan bukan McCain.
"Dalam peristiwa bersejarah ini, kami percaya rakyat Amerika dari semua partai ingin dan butuh pemimpinnya bekerja sama dan mengubah kebiasaan buruk Washington sehingga kita dapat mengatasi tantangan bersama dan mendesak saat ini," demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan tersebut.
Selain itu, Obama dan McCain juga sepakat untuk mengakhiri perseteruan akibat perbedaan pendapat dalam melihat berbagai persoalan. Kedua pihak sebelumnya sangat berbeda pendapat soal perang Irak hingga cara keluar dari krisis ekonomi yang sedang melanda AS.
"Dengan semangat ini, setelah kami melakukan pembicaraan yang produktif hari ini, maka diperlukan era baru reformasi yang mengakhiri pemerintahan partisan yang tidak sia-sia dan tidak mengenakkan di Washington," lanjut pernyataan tersebut.
Dengan kerja sama tersebut, kedua pihak berharap dapat mengembalikan kepercayaan terhadap pemerintah dan memulihkan kemakmuran. Obama dan McCain berharap dapat segera bersama-sama menyelesaiakna persoalan penting seperti keluar dari krisi ekonomi, menciptakan ekonomi energi yang baru, dan meningkatkan keamanan nasional.
Dalam pembicaraan tersebut Obama didampingi kepala staf Gedung Putih yang baru Rahm Emanuel. Sementara McCain bersama Senator South Carolina dari Partai Republik, Lindsey Graham yang merupakan sahabat dekatnya.

