YOGYAKARTA, SENIN - Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sepeda listrik semakin diminati. Sepeda listrik memang bukan pengganti motor bensin sebagai kendaraan utama, karena itu sepeda listrik mengambil segmen masyarakat yang mempunyai ritme berkendara jarak pendek.
"Setiap bulan, kami melepas 30-an sepeda," ujar Stevanus Widiarto, Pimpinan Cabang UD Armada Jaya-penyalur sepeda merek Trekko-di sela-sela Jogja Fair 2008 di Jogja Expo Center, Senin (17/11). Trekko yang adalah buatan Cina ini beredar di Yogyakarta setahun lalu.
Firmandaru Kurniawan, Supervisor Duta Motor-penyalur sepeda merek Emoto-mengatakan, dalam sebulan bisa menjual 10 lebih sepeda. Ia yakin prospek sepeda listrik-sering juga diistilahkan sepeda motor listrik-akan semakin bagus di tahun mendatang.
Karena bertenaga listrik, kata Stevanus, sepeda hanya bisa melaju hingga 50 km per jam dan berjarak tempuh sekitar 60 km. Beban yang bisa terangkut juga terbatas, maksimal 140 kg.
Namun perawatan sangat mudah. Komponen utamanya hanya aki kering dan dinamo. Kalau mau aman dalam bepergian, bisa menambahkan aki cadangan, ucapnya. Karena kecepatan maksimal 50 km perjam, sesuai aturan Departemen Perhubungan, kendaraan ini di kategorikan sepeda dan tidak perlu memasang plat nomor.
Firmandaru mengatakan, sepeda motor listrik sangat hemat. "Dengan sepeda listrik, untuk menempuh jarak 80 km, hanya butuh pengisian listrik delapan jam yang jika dihitung Rp 900," ujar Firmandaru.
