JAKARTA, MINGGU — Swing voter atau perilaku pemilih yang tidak terikat oleh sebuah partai politik dalam kurun waktu cukup lama diperkirakan akan menjadi tantangan pada tujuh partai papan menengah dan atas. Swing voter negatif dengan kecenderungan ditinggalkan pemilihnya terjadi pada PDI-P dan Golkar, yakni masing-masing 14 persen dan 16 persen.
"Kalau dibandingkan dengan hasil survei lima bulan lalu, yakni Juni 2008, PDI-P dan Golkar mengalami penurunan dukungan sebesar masing-masing 10 persen dan 4 persen. Hasil survei ini dibandingkan dengan perolehan suara 2004, penurunan dukungan keduanya mencapai PDI-P turun hingga 4,5 persen dan Golkar sebesar 6 persen," kata Saiful.
Yang menarik, menurut Saiful, dalam survei November 2008, hanya partai Demokrat yang mengalami kenaikan swing voter positif sebesar 8 persen. "Demokrat mengalami kenaikan sebesar 10 persen, itu berdasarkan hasil survei bulan ini dibandingkan dengan Pemilu 2004," kata Saiful.
Survei ini dilakukan LSI dengan jumlah sampel 2.197 responden dari populasi WNI di seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih. Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 26 Oktober-5 November 2008.

