MAKASSAR, KAMIS - Sebanyak 17 pasien ’suspect’ flu burung (Avian Influenza/AI) kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Regional Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Utara (Sulut).
"Mereka dibawa ke rumah sakit ini karena mengalami demam dengan suhu badan tinggi, dan di sekitar rumahnya ditemukan puluhan ayam yang mati membusuk dengan tubuh kebiru-biruan," kata perawat di ruanga isolasi RS Wahidin, Fatimah, Kamis.
Ketujuhbelas pasien tersebut adalah warga RT 5 RW 2 Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Mereka mendapat pelayanan intensif dari 20 dokter ahli.
Sebanyak enam dari 17 pasien yang dirawat di RS Wahidin itu, adalah anak-anak dengan usia tiga bulan hingga 10 tahun, masing-masing Salman, 5, Nurul Awaliah, 3, Nur Fadilah, 4 bulan (bersaudara) dan tetangganya Saleha, 10, Irwan, 8, Fauzi Ibnu, 3 bulan yang merupakan kakak adik.
Mengenai penyakit flu burung yang menimpa warga Biringkanaya itu, Kepala Bidang Medik sekaligus Humas Tim Khusus Flu Burung RS Dr Wahidin Sudirohusodo Kurnia Bintang mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel darah, melakukan rapid test influenza dan mengambil foto toraks untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil pemeriksaan sementara di Laboratorium, enam pasien mengalami penyakit jenis influenza A yang mengarah ke AI dan tiga lagi dari hasil foto torak menunjukkan mengalami bronchopneumonia yang juga berpeluang ke arah AI," katanya.
Mengenai ayam yang ditemukan mati secara mendadak di sekitar rumah pasien, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Asikin mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Makassar terhadap sampel ayam yang mati diketahui ayam-ayam tersebut positif terjangkit virus H5N1.
"Untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung di sekitar rumah pasien, petugas Dinas Kesehatan Makassar sudah memusnahkan puluhan ayam peliharaan yang ada di wilayah RT 5 RW 2 Kelurahan Sudiang," katanya.

