Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:53 WIB
Iran Harapkan Jawaban dari Obama
Jimmy Hitipeuw | Selasa, 11 November 2008 | 23:49 WIB
|
Share:

(Getty Images/BEHROUZ MEHRI)
Gambar Barack Obama terlihat di halaman muka sebuah harian reformis Iran Sarmayeh dengan judul "Pemimpin Kulit Hitam di Gedung Putih." Harian tersebut dijajakan oleh penjualan koran di Teheran, 5 November 2008.

TERKAIT:

TEHERAN, SELASA - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berupaya menarik dukungan bagi negaranya melalui pesan ucapan selamat bagi Presiden terpilih AS Barack Obama. Berbagai ulasan beberapa harian di Iran Selasa (11/11) menyebutkan ucapan selamat tersebut sebagai sebuah peluang penting.

Pesan Mahmoud Ahmadinejad yang dikirimkan Kamis (6/11) pekan lalu merupakan pertama kali yang dilakukan oleh seorang pemimpin Iran dalam pemilihan presiden AS sejak kedua negara memutuskan hubungan pada Revolusi Islam tahun 1979 dan krisis penyanderaan di kedutaan besar AS di Teheran.
 
Belakangan, AS dan Iran terlibat ketegangan sehubungan program nuklir Iran. Ketegangan juga terjadi setelah Washington menuduh Iran mendukung milisi di Irak.

Harian Khorshid menyebutkan pesan ucapan selamat Ahmadinejad untuk Obama telah meruntuhkan pandangan keliru AS selama ini bahwa presiden Iran itu tak terbuka bagi dunia luar. Harian independen Etemaad menyebut pesan itu dapat "mengembuskan peluang penting bagi kedua negara."

Harian independen Etemad-e Melli melaporkan penasehat pers Ahmadinejad, Ali Akbar Javanfekr, mengharapkan Obama memberikan "jawaban yang pantas bagi ucapan selamat itu secepat mungkin." Obama memastikan Jumat (7/11) telah menerima surat ucapan Ahmadinejad itu dan akan meninjau serta "meresponnya secara pantas."
    
Dalam konferensi pers pertamanya sejak pemilihan presiden AS pekan lalu, Obama menolak Jumat lalu mengatakan proposal yang akan diajukannya terhadap Iran. Namun, Obama menyebutkan dugaan upaya Iran mengembangkan senjata nuklir merupakan hal yang tak dapat diterima.

"Kita harus menghimpun upaya internasional untuk membenamkan rencana itu," kata Obama. Sementara pemerintah Iran menyatakan program nuklirnya itu hanya ditujukan untuk kepentingan produksi energi.

 

Sumber :
AP