Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:52 WIB
Pemberantasan Preman Hanya Gebrakan Salah Kaprah
Neli Triana | Selasa, 11 November 2008 | 21:01 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Operasi pemberantasan preman serentak di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta, dituding hanya menyudutkan masyarakat miskin. Edi Saidi dari Urban Poor Consortium (UPC) mengatakan, polisi masih melihat kemiskinan adalah sumber kejahatan, untuk itu bisa seenaknya ditangkap.

"Operasi pemberantasan preman ini adalah gebrakan yang salah kaprah. Polisi masih melihat semua orang yang hidup di jalanan adalah penjahat. Padahal, koruptor yang menjadi penyakit kronis negara ini dan pemicu tingginya kemiskinan tidak tersentuh hukum," kata Edi Saidi, Selasa (11/11).

Dari pantauan UPC), dalam pemberantasan preman, polisi hanya asal sapu bersih. Bahkan, sopir yang sedang menunggu giliran membawa angkutan umum di terminal pun ditangkap.