Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:49 WIB
Obama Berencana Tutup Guantanamo
Tri Mulyono | Selasa, 11 November 2008 | 08:48 WIB
|
Share:

WASHINGTON,SELASA-Para penasihat Presiden AS terpilih Barack Obama sedang menggodok rencana untuk menutup penjara Teluk Guantanamo, Kuba. Selanjutnya, para tahanan teroris yang selama ini menghuni tempat itu akan diadili di AS.

Berdasarkan rencana yang dirancang para penasihat Obama, sejumlah tahanan akan dilepas dan lainnya diadili di pengadilan AS. Di mana mereka akan mendapatkan hak-hak berdasarkan hukum berlaku dan menjalani sidang secara terbuka.

Hanya saja, rencana menutup total Guantanamo bukanlah pekerjaan mudah. Karena, tim Obama terlebih dahulu harus menyiapkan perangkat hukum baru sehingga informasi rahasia dalam kasus-kasus sensitif tetap terjaga.

Banyak dari 250 tahanan Guantanamo sebenarnya sudah bisa dibebaskan, tetapi pemerintahan Presiden George W Bush kesulitan memulangkan mereka. Banyak negara-negara asal tahanan itu menolak menerima kembali para tersangka.

Para penasihat Obama yang mengungkapkan rencana itu enggan menyebut nama. Karena, rencana tersebut belum final. Rencana itu dirancang tim Obama dan dibantu para ahli hukum dari Partai Republik dan Demokrat dan diungkapkan ke publik, Senin (10/11).

Sejumlah pihak baik dari Republik maupun Demokrat mengkritik rencana itu. Dari kubu Demokrat menyebut, kesulitan yang akan dihadapi adalah menciptakan sistem hukum baru. Sedangkan Republik menentang rencana membawa tersangka teroris ke bumi AS.

Penasihat kebijakan luar negeri Obama, Denis McDonough, menegaskan bahwa Obama ingin menutup Guantanamo. Namun, belum ada keputusan yang dibuat tentang bagaimana nasib para tahanan selanjutnya dan di nama akan ditempatkan kemudian. "Belum ada proses dilakukan untuk mempuat keputusan itu sampai tim keamanan nasional dan hukumnya terbentuk," kata McDonough.

Sementara itu, jurubicara Gedung Putih Dana Perino mengatakan Presiden Bush menghadapi banyak tantangan ketika akan menutup Guantanamo. "Kami berusaha dengan keras menjelaskan kepada rakyat bagaimana sulitnya itu. Ketika Anda menangkap orang-orang yang memiliki latar belakang teroris. Tidak mudah membiarkan mereka pergi," kata Perino, Senin (10/11).      

Sumber :
AP