JAYAPURA, SENIN - Sebagai bagian dari perayaan Hari AIDS Sedunia 2008, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya Wahana Visi Indonesia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Polda Papua menyelenggarakan turnamen gawang mini bagi pelajar SMP. Peserta lomba merupakan pelajar yang berasal dari 24 SMP yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Jayapura.
Pembukaan acara dan pertandingan perdana berlangsung, Senin (10/11), di Halaman Sekolah SMP YPPK St. Paulus. Kegiatan akan dibuka oleh Wakil Walikota Jayapura Sudjarwo, BE, yang juga ketua KPA Kota Jayapura.
Turnamen ini direncanakan berlangsung sepanja ng bulan November 2008. Selama pertandingan, informasi mengenai HIV dan AIDS akan disebarkan kepada para pelajar melalui berbagai media advokasi, seperti yel-yel, pembatas buku, spanduk dukungan untuk tim yang berlaga, ataupun pesan-pesan yang disampaikan pada jam-jam istirahat dan pergantingan tim. Bahkan, setiap tim yang akan bertanding wajib menamai timnya dengan istilah-istilah yang ada dalam HIV/AIDS, Kespro (kesehatan reproduksi), IMS (Infeksi Menular Seksual), dan Nafsa.
Kegiatan ini merupakan satu bentuk advokasi yang dilakukan World Vision untuk menumbuhkan kesadaran anak dan remaja agar ikut peduli pada penanggulangan HIV dan AIDS di Papua. "Kegiatan ini merupakan bukti bahwa kepedulian itu bisa diwujudkan dalam keseharian mereka, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan di sekolah," ungkap Roriwo Karetji, Manajer Wahana Visi Indonesia untuk region Papua.
Papua merupakan salah satu daerah yang memiliki angka penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, di mana sebagian besar penderita berusia remaja. Data Dinas Kesehatan Provinsi dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), hingga Juni 2008, terdapat 4114 kasus H IV/AIDS di Papua yang terdiri 2.247 HIV dan 1.867 AIDS. Kabupaten Mimika masih menduduki peringkat pertama dengan 1.681 kasus disusul Kabupaten Merauke 987 kasus dan Kabupaten Biak 421 kasus.
"Temuan pada semester pertama 2008, terdapat 319 kasus yang terdiri 174 penderita AIDS, dan 145 penderita HIV. Kita tidak boleh lagi menutup mata," ungkap Roriwo Karetji.
Roriwo berharap olahraga menjadi alternatif kegiatan untuk mengalihkan perhatian remaja ke hal-hal positif.
