Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:45 WIB
Puluhan PSK di Batang Mengidap HIV/AIDS
Asep Candra | Sabtu, 8 November 2008 | 13:52 WIB
|
Share:

Kompas/Gupta, Bahana Patria
Sebagian besar wanita warga negara asing yang terjaring Operasi Kencana Pura menutup wajah mereka di Polres Metropolitan Jakarta Utara, Selasa (23/8). Perempuan yang sebagian besar berprofesi sebagai penghibur ini terjerat kasus keimigrasian.

TERKAIT:

BATANG, SABTU - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama 2000-2008 mencatat ada 37 pekerja seks komersial menderita penyakit HIV/AIDS, dan sembilan orang di antaranya meninggal dunia.  

"Semula jumlah penderita HIV/AIDS ada 36 orang tetapi setelah dilakukan screening lagi bertambah satu orang lagi yang dinyatakan positif HIV. Namun kami tidak bisa menjelaskan identitasnya," kata anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Batang, Fajar Sajidin di Batang, Sabtu (8/11).

Menurut Fajar Sajidin , jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Batang terus bertambah dan sesuai hasil penelitian Klinik PMS Visite Puskesmas Banyuputih, Kabupaten Batang diketahui ada seorang PSK lagi yang dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan itu.

"Sayangnya, sebagian besar pelacur penderita AIDS masih aktif menjual diri di kompleks pelacuran sehingga akan menular pada orang lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, secara rutin klinik infeksi menular seksual (IMS) melakukan pemeriksaan di beberapa lokalisasi guna melakukan pemeriksaan terhadap para pelacur.

"Memang, penyebaran AIDS di Kabupaten Batang sangat memprihatinkan. Apalagi, para pekerja seks yang terinfeksi HIV itu banyak yang masih menjajakan diri sedangkan pria 'hidung belang' tidak bisa membedakan pelacur yang sehat dan terkena AIDS ," katanya.

Sementara itu, Manajer Klinik IMS dan Vountary Conceling and Testing Banyuputih, Kabupaten Batang, dr. Ratna Westri mengatakan, penyakit HIV/AIDS merupakan fenomena "gunung es" yang semakin hari semakin membesar. 

"Kami memprediksi banyak orang yang terjangkit penyakit HIV/AIDS ini. Namun mereka tidak melapor atau terdaftar," katanya.

Sumber :
Antara