BEKASI, JUMAT - Camat Rawa Lumbu melapor sejumlah ternak unggas di salah satu RW di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawa Lumbu, mati mendadak. Petugas kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) yang memeriksa ternak unggas itu memastikan kematian ternak unggas lantaran infeksi virus flu burung.
Menyusul laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga melaporkan bahwa pusat kesehatan masyarakat di Kecamatan Rawa Lumbu tiba-tiba mengalami lonjakan kunjungan pasien yang mengeluh demam. Laporan itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Bekasi di aula Kantor Camat Rawa Lumbu, Jumat (7/11) siang.
Wali Kota Bekasi menyatakan Kelurahan Bojong Rawalumbu sebagai epicentrum flu burung dan warga di RW yang teridentifikasi sedang berjangkit wabah flu burung dinyatakan harus dikarantina dan diisolasi.
Warga panik ketika mereka dilarang bepergian. Polisi dan tentara dikerahkan untuk mengamankan wilayah dan menutup akses di RW tersebut. Petugas kesehatan mengadakan pemeriksaan dan aparat kesmavet melakukan pemusnahan ternak unggas dan pembersihan lingkungan.
Demikian simulasi respon pandemi influenza non farmasi yang digelar di Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jumat (7/11) siang tadi. Apabila situasi pandemi itu benar-benar terjadi, kira-kira demikian alur dan langkah penanganannya yang harus dilakukan pemerintah daerah.
Simulasi tersebut, menurut Wakil Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Pandemi Influenza, Emil Agustiono, untuk melatih kesiapan aparat pemerintah daerah dalam menghadapi situasi bencana. Agustiono mengatakan, kasus flu burung di Indonesia memang sudah jarang namun hal itu tidak berarti kesiagaan dan kewaspadaan akan terjadinya pandemi flu burung juga diturunkan.
Dalam catatan Kompas, kasus flu burung di Kota Bekasi kali pertama dilaporkan kira-kira tahun 2005. Sampai sekarang flu burung ini telah merenggut sedikitnya delapan korban. Menurut Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kota Bekasi berada di peringkat kedua dalam jumlah kasus flu burung terbanyak di Provinsi Jawa Barat.
