JAKARTA, JUMAT - Pernyataan 'pedas' Direktur Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah, yang menyebut pembatalan pencabutan suspensi saham Bumi Resources milik Bakrie atas permintaan pemerintah, mendapat bantahan dari pemerintah pusat.
Bantahan ini dikemukakan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa yang ditemui usai mengikuti acara penganugerahan gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11).
"Coba tanya Pak Erry, yang mengintervensi itu siapa? Makanya, saya pun menyampaikan bahwa jangan memberikan satu statement yang tidak clear, bisa tidak baik nanti," kata Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa.
Menurut Hatta, pemerintah sama sekali tidak pernah cawe-cawe urusan perdagangan saham di bursa efek.
"Bursa itu bebas dari intervensi pemerintah. Masak Presiden mau intervensi hal yang sangat teknis begitu," ujarnya.
Menyangkut Menteri Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil yang disebut-sebut bertemu Presiden Yudhoyono dan kemudian menghubungi Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani serta menyarankan pembatalan suspensi, Hatta menegaskan, posisi Sofyan Djalil tak terlepas atas tugasnya selaku Menteri Keuangan Ad Interim.
"Jadi kalau Pak Sofyan memberikan respon pada periode ketika beliau menjabat sebagai Menteri Ad Interim kan wajar. Apa yang salah?," tandasnya.
